SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kematian Rosinta (26), wanita asal Grobogan yang ditemukan tak bernyawa di tengah persawahan Kampung Bulakrejo, Desa Tangkil, kini memasuki fase krusial.
Aroma misteri kian menguat, sementara aparat kepolisian mulai mengerucutkan penyelidikan pada dugaan adanya unsur pidana.
Sejak pagi buta, Rabu (1/4/2026), tim Satreskrim Polres Sragen kembali menyisir lokasi kejadian. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang dilakukan dengan lebih teliti—setiap jengkal tanah, setiap jejak, diperiksa tanpa celah.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Gelapnya malam saat penemuan pertama diduga menyisakan detail penting yang mungkin terlewat.
Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno, menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara serius dan terukur.
“Tadi malam kami sudah olah TKP, namun karena keterbatasan kondisi, pagi ini kami lakukan pendalaman. Kami berharap ada petunjuk baru yang bisa mengungkap kejadian ini,” ujarnya di lokasi.
Tak hanya mengandalkan tim internal, Polres Sragen juga memanggil kekuatan tambahan. Tim dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah dijadwalkan turun langsung untuk mengurai teka-teki kematian korban melalui pemeriksaan ilmiah.
Di balik garis polisi yang membentang, satu prinsip menjadi pegangan: penyidik tidak boleh lengah.
“Dalam kasus seperti ini, kami menggunakan asas perception of guilt. Artinya, semua kemungkinan pidana harus dipertimbangkan. Penyidik wajib curiga, tapi tetap berdasarkan bukti dan profesionalitas,” tegas AKP Catur.
Pernyataan itu seolah menjadi sinyal bahwa kasus ini jauh dari kata sederhana.
Polisi telah mengantongi identitas korban dan mulai melakukan profiling untuk menelusuri jejak terakhir Rosinta sebelum ditemukan tewas. Setiap relasi, aktivitas, hingga kemungkinan konflik tengah ditelusuri satu per satu.
Meski belum membuka seluruh kartu, pihak kepolisian memberi indikasi adanya perkembangan signifikan dalam penyelidikan.
“Pada prinsipnya sudah ada kemajuan. Kami mohon doa masyarakat agar proses ini berjalan lancar. Kesimpulan akan kami sampaikan pada waktu yang tepat,” imbuhnya.
Sebelumnya, jasad Rosinta ditemukan dengan luka memar di dahi dan lecet di kedua lutut. Ceceran darah di sekitar lokasi memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum korban mengembuskan napas terakhir.
Kini, di tengah hamparan sawah yang tampak sunyi, tersimpan teka-teki yang belum terpecahkan. Dan bagi para penyidik, satu hal menjadi kunci: kecurigaan yang terarah bisa membuka jalan menuju kebenaran. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto