SOLOBALAPAN.COM – Titik terang mulai terlihat dari kondisi kesehatan Faradhila Ayu Pramesti, mahasiswi korban pembacokan brutal yang mengguncang kampus UIN Suska Riau.
Setelah insiden berdarah pada Kamis (26/2/2026) lalu, gadis yang akrab disapa Fara ini menunjukkan perkembangan positif.
Sang ibunda mengungkapkan bahwa setelah melewati lima hari masa pemulihan dan tindakan operasi intensif, putrinya kini mulai bisa melakukan aktivitas sederhana meski masih dalam pengawasan ketat tim medis.
Kondisi Fara: Bisa Duduk dan Berdiri Namun Sering Pusing
Keluarga dan rekan-rekan Fara kini bisa sedikit bernapas lega. Menurut sang ibu, Fara sudah menunjukkan kemajuan signifikan dari hari ke hari selama dirawat di rumah sakit.
"Alhamdulillah, setiap harinya ada perkembangan. Dia sudah bisa duduk walaupun masih sering merasa pusing.
Hari ini juga sudah mulai belajar berdiri dan tidak mau lagi buang air di tempat tidur, dia minta ke kamar mandi sendiri," ujar ibunda Fara, dikutip dari akun TikTok @kendrickzhangg, Selasa (3/3/2026).
Meski demikian, Fara masih harus menjaga asupan makanannya. Pasca operasi, ia hanya diperbolehkan makan bubur dalam porsi kecil.
Baca Juga: Kini Lepas Tangan! Ferdi Lihat Video Syur Fara dan Raihan usai Kasus Pembacokan di UIN Suska Riau?
"Kalau makan terlalu banyak dia merasa mual, jadi harus pelan-pelan. Nafsu makannya sendiri tidak ada masalah," tambahnya.
Pelaku Raihan Mufazzar: Dari Putus Asa hingga Ingin Taubat
Di sisi lain, perkembangan mengejutkan datang dari pihak pelaku, Raihan Mufazzar.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tak lama setelah melakukan aksi nekatnya, Raihan sempat diliputi rasa putus asa yang sangat mendalam.
Kombes Pol Z. Pandra Arsyad menyebutkan bahwa pelaku bahkan sempat terdeteksi memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena merasa tertekan dan sendirian.
"Pasca kejadian itu sebenarnya dia (pelaku) ingin mengakhiri hidupnya. Dia merasa sangat tertekan," ungkap Kombes Pandra kepada awak media.
Namun, setelah diamankan dan diberikan pendampingan, sikap Raihan mulai melunak. Ia menunjukkan penyesalan yang mendalam atas perbuatannya terhadap Fara.
Bahkan, Raihan secara khusus meminta izin kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan sholat taubat.
"Dia cukup menyesal dan ingin sekali melaksanakan sholat taubat. Dia kooperatif selama pemeriksaan dan menyatakan siap bertanggung jawab atas hukum yang dihadapinya," tutup Kombes Pandra.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap Raihan masih terus berjalan, sementara doa dan dukungan terus mengalir agar Fara bisa segera pulih total dan kembali beraktivitas di bangku kuliah. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo