BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Stadion Pandanaran, stadion pertama di Kabupaten Boyolali, diproyeksikan menjadi kandang resmi klub sepak bola Persebi Boyolali.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana melakukan renovasi menyeluruh agar stadion tersebut layak digunakan untuk kompetisi profesional.
Rencana itu disampaikan Bupati Boyolali Agus Irawan usai acara pembubaran tim Persebi Boyolali di Rumah Dinas Bupati, Senin (9/2).
Menurutnya, Pemkab telah berkoordinasi dengan tiga kementerian untuk merealisasikan revitalisasi stadion yang berada di kawasan Sonolayu tersebut.
Baca Juga: Ramadhan Tinggal Menunggu Hari, Eh Utang Puasa Belum Dilunasi? Emang Boleh, Ya?
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian UMKM, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ada program revitalisasi stadion, dan kami mengajukan Stadion Pandanaran. Semoga bisa disetujui sehingga Persebi punya stadion sendiri,” ujar Agus.
Meski demikian, bupati belum dapat menyebutkan kebutuhan anggaran secara pasti. Menurutnya, besaran biaya baru bisa dihitung setelah ada arahan teknis dari pemerintah pusat.
Dikelola BUMD, Bukan Swasta
Boyolali saat ini memiliki dua stadion utama, yakni Stadion Pandanaran di Sonolayu dan Stadion Kebogiro di Kecamatan Cepogo. Pemkab memilih memprioritaskan Pandanaran karena pengelolaan Stadion Kebogiro telah berada di tangan swasta, Lestarindo Soccerfield.
“Pengelolaan Stadion Pandanaran nantinya bukan oleh swasta, tetapi oleh BUMD kita sendiri. Jadi pendapatan bisa masuk ke PAD dan pengelolaannya lebih maksimal,” jelasnya.
Agus mengakui pekerjaan rumah untuk membenahi Stadion Pandanaran cukup besar. Hampir seluruh fasilitas penunjang perlu ditata ulang, mulai dari area parkir, tribun penonton, hingga pembangunan jogging track.
Selain itu, deretan ruko di kawasan stadion rencananya akan diaktifkan kembali. Bangunan tersebut akan difungsikan sebagai kantor cabang olahraga di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Nanti arahan Menpora seperti apa, tapi konsepnya ruko akan dijadikan perkantoran cabor. Semua bisa tersentral di stadion sehingga lebih hidup,” katanya.
Baca Juga: Banjir Ucapan Duka! Trailrunner Yazid yang Sempat Hilang di Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia, Berhasil Dikenali dari Sini!
Kondisi Memprihatinkan
Sebelumnya, kondisi Stadion Pandanaran memang dinilai memprihatinkan. Dari pantauan wartawan kami pada 24 November 2025, banyak fasilitas yang rusak, seperti ruang ganti pemain, toilet, tribun, lampu stadion, hingga permukaan lapangan.
Ketua Disporapar Boyolali Budi Prasetyaningsih mengakui perawatan yang dilakukan selama ini masih sebatas skala kecil.
“Untuk perawatan besar memang belum ada. Yang berjalan baru pemeliharaan ringan agar stadion tetap bisa digunakan,” ujar Ning, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya mengusulkan perbaikan lebih menyeluruh. Namun hingga kini Stadion Pandanaran belum masuk prioritas anggaran besar Pemkab.
“Pemeliharaan tetap jalan, kemarin ada pengecatan lewat DPU. Tapi untuk renovasi total memang masih menunggu dukungan anggaran,” tuturnya.
Dengan adanya rencana revitalisasi dari pemerintah pusat, harapan menjadikan Stadion Pandanaran sebagai rumah permanen Persebi Boyolali kian terbuka. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto