SOLOBALAPAN.COM - Suasana belajar di SMK Negeri 1 Gantiwarno, Klaten, mendadak berubah menjadi kepanikan dan kecemasan.
Guncangan gempa bumi yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB membuat dinding sekolah retak, plafon runtuh, dan genteng bergeser—menyisakan rasa takut di wajah para siswa dan guru.
Gempa darat berkekuatan Magnitudo 4,4 yang berpusat di daratan tersebut tak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga melukai warga.
Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa runtuhan genteng saat gempa mengguncang.
Pemerintah Kecamatan Gantiwarno bersama BPBD Klaten segera turun ke lokasi. Mereka menyusuri sudut-sudut sekolah yang rusak, memastikan tak ada lagi bahaya yang mengintai anak-anak.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum) Kecamatan Gantiwarno, Eka Susanti, menyampaikan dengan nada prihatin bahwa kerusakan terjadi di sejumlah ruang kelas.
“Gedung tembok retak-retak, genteng melorot, dan plafon di beberapa ruangan jebol jatuh ke lantai. Ada bagian tembok yang kerusakannya cukup parah,” ujar perempuan yang akrab disapa Susi itu.
Demi keselamatan, pihak sekolah dengan koordinasi camat dan BPBD akhirnya mengambil keputusan berat: memulangkan para siswa lebih awal.
“Anak-anak dipulangkan pukul 14.30, padahal seharusnya pulang pukul 15.15. Ini langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan,” tambahnya.
Keputusan itu menjadi pengingat bahwa keselamatan lebih penting daripada sekadar menyelesaikan jam pelajaran.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, yang meninjau langsung lokasi, tak dapat menyembunyikan keprihatinannya saat melihat masih ada aktivitas di dalam gedung yang sudah rusak.
“Tadi plafon sudah jebol tapi masih ada yang di dalam. Langsung saya minta semuanya keluar. Besok pagi sekolah harus mengecek bangunan dengan tukang untuk memastikan aman atau tidak digunakan kembali,” tegasnya.
Gempa yang berpusat di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga membawa luka bagi warga. Dua korban mengalami cedera di bagian kepala dan pelipis akibat tertimpa genteng yang runtuh saat guncangan terjadi.
“Satu korban dari Kadibolo, Kecamatan Wedi, dan satu lagi dari Prambanan. Korban dari Prambanan sudah dibawa ke RS Bhayangkara Kalasan,” jelas Syahruna.
Kini, kedua korban tengah menjalani perawatan medis. Sementara itu, tim BPBD bersama relawan dan aparat kecamatan terus menyisir lokasi terdampak, mencatat setiap kerusakan dan memastikan tidak ada korban lain yang terlewat.
BPBD Klaten kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Jika merasakan getaran, segera keluar dari bangunan, dan jangan terburu-buru masuk kembali ke gedung yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Di balik retakan dinding dan plafon yang runtuh, tersisa satu harapan bersama: semoga semua selamat, dan sekolah bisa kembali menjadi tempat belajar yang aman bagi anak-anak Gantiwarno. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto