SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kepulan asap hitam yang membumbung dari sudut sebuah rumah di Dukuh Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Kamis (8/1) pagi, menjadi pertanda awal musibah besar yang menimpa Sugiyem (67).
Saat rumahnya ditinggal ke sawah, si jago merah datang tanpa ampun dan melalap habis seluruh harta benda milik lansia tersebut.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, Sugiyem dilaporkan jatuh pingsan dan mengalami syok berat ketika mengetahui rumah satu-satunya yang selama ini menjadi tempat berlindung telah berubah menjadi puing-puing hitam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen, Tomy Isharyanto, mengungkapkan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.05 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Ngatimin Niti Miharja, warga setempat yang tengah berada di sawah dan hendak pulang ke rumah.
“Saat itu saksi melihat asap tebal mengepul dari pojok kiri belakang rumah korban,” jelas Tomy.
Kondisi rumah yang dalam keadaan kosong, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar ke ruang utama. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan memicu kepanikan warga sekitar.
Warga pun berhamburan. Dengan peralatan seadanya, mereka mencoba memadamkan api sambil menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dijangkau. Namun, ganasnya api tak mampu dibendung.
“Petugas pemadam segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan. Kami mengerahkan Unit Double Cabin dan Unit 07 untuk melakukan pemadaman,” ujar Tomy.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis. Api baru benar-benar berhasil dijinakkan sekitar pukul 10.30 WIB, setelah melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, perangkat Desa Sribit, Puskesmas Sidoharjo, hingga relawan Destana Jambanan.
Meski api berhasil dipadamkan, rumah Sugiyem mengalami kerusakan berat. Sejumlah harta benda tak terselamatkan, mulai dari peralatan rumah tangga, surat-surat berharga, sepeda angin, hingga perhiasan milik korban.
Baca Juga: Hasil Liga 4 Jateng Matchday 2: PSIK Klaten Terjungkal, Persibangga Pesta Gol ke Gawang Pemalang!
Sugiyem sendiri harus mendapat perawatan medis setelah tak kuasa menahan syok melihat rumah dan seluruh isi di dalamnya ludes terbakar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Total kerugian materiil juga masih dalam tahap pendataan. Petugas mencatat, akses jalan yang sempit menuju lokasi sempat menjadi kendala bagi armada pemadam dalam menjangkau titik api.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi korban—sebuah pengingat pahit bahwa dalam sekejap, jerih payah puluhan tahun bisa lenyap dilalap api. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto