Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Industri Coffee Shop Melejit, Pemkot Solo Gandeng Daerah Penghasil Kopi

Silvester Kurniawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 15:51 WIB

Industri Coffee Shop di kota Solo menjamur, pemkot gandeng daerah penghasil kopi
Industri Coffee Shop di kota Solo menjamur, pemkot gandeng daerah penghasil kopi

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia.

Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi di Kota Bengawan, seiring pesatnya pertumbuhan industri coffee shop.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi Achmad Ardianto mengakui, industri kedai kopi di Solo mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 174 coffee shop beroperasi di wilayah Kota Surakarta.

Fenomena tersebut turut mendorong meningkatnya konsumsi kopi masyarakat. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi agar komoditas biji kopi tidak menjadi faktor baru penyumbang inflasi daerah.

Baca Juga: Geger! Persija Lepas 2 Pemain Muda, Kode Keras Ivar Jenner Segera Merapat ke Jakarta?

“Penyumbang inflasi di Solo selama ini masih didominasi cabai, bawang merah, dan bawang putih. Tapi ada fenomena kenaikan inflasi yang didorong oleh industri coffee shop yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Respati, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, meningkatnya jumlah pelaku usaha dan industri olahan kopi dalam satu hingga dua tahun terakhir berdampak pada lonjakan permintaan biji kopi.

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga bahan baku yang tidak wajar.

“Permintaan tinggi bisa memicu harga naik. Kalau dibiarkan, ini bisa berdampak kurang sehat bagi stabilitas ekonomi daerah karena pertumbuhan industri yang terlalu drastis,” jelasnya.

Untuk menekan potensi kenaikan harga sekaligus menjaga ketersediaan pasokan, Pemkot Solo berupaya membangun kerja sama antardaerah, khususnya dengan wilayah penghasil kopi berkualitas.

“Kami berupaya menjalin kerja sama dengan daerah penghasil kopi, seperti Temanggung atau daerah lain, supaya pasokan terjaga, harga stabil, dan tidak saling ‘membunuh’ antar pelaku usaha,” ungkap Respati.

Inflasi Solo Masih Terkendali

Baca Juga: Dua Perangkat Desa Jeruk Mundur, Dispermasdes Boyolali Turun Tangan Dampingi Keuangan Desa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, inflasi year on year (yoy) Kota Solo pada November 2025 tercatat sebesar 2,83 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 1,13 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,77 persen.

Sementara itu, kelompok penyedia makanan dan minuman (restoran) turut menyumbang inflasi sebesar 0,49 persen.

Anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta, Ahmad Sapari, menilai inflasi di Solo masih relatif stabil, salah satunya karena adanya dukungan dari pemerintah pusat.

“Sebetulnya inflasi masih stabil karena ada bantuan dari pusat. Terkait menjamurnya coffee shop di Solo, mungkin Pak Wali akan memberikan imbauan khusus. Nanti akan kami cek ke lapangan,” ujarnya. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#industri #BPS Kota Surakarta #pengendalian inflasi #biji kopi #Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto #coffee shop