Warga Nguter Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Area Persawahan
Iwan Kawul• Jumat, 2 Januari 2026 | 17:51 WIB
Warga Nguter Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Area Persawahan
SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Warga Dukuh Jumetro, Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di area persawahan pada Jumat (2/1/2026) siang.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah saluran air kecil yang berada di tengah semak belukar.
Komandan SAR Kabupaten Sukoharjo Abdul Haris Widodo melalui Wakil Komandan SAR Kabupaten Sukoharjo, Muhklis, mengatakan korban diketahui bernama Sukamdi (54), warga Dukuh Jumetro RT 01 RW 02, Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter.
Menurut Muhklis, korban diketahui tinggal seorang diri dan dalam kesehariannya rutin pergi ke sawah setiap pagi. Namun, pada Jumat tersebut, korban tidak kembali ke rumah hingga waktu salat Jumat tiba.
“Korban biasanya pulang sebelum waktu salat Jumat. Karena hingga siang tidak kunjung kembali, warga mulai merasa curiga,” ujar Muhklis.
Merasa ada yang tidak beres, tiga tetangga korban, yakni Sutarmin (53), Marno (54), dan Puryanto (56), berinisiatif melakukan pencarian ke area persawahan tempat korban biasa beraktivitas. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri area semak belukar yang cukup sulit dilalui.
“Dalam pencarian itu, korban ditemukan berada di saluran air kecil di tengah sawah dalam kondisi sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke perangkat desa.
Informasi itu selanjutnya disampaikan ke Polsek Nguter, Koramil, Puskesmas, pihak kecamatan, serta SAR Kabupaten Sukoharjo.
Mendapat laporan, Kapolsek Nguter bersama anggota, Kasi Tramtib kecamatan, petugas Puskesmas, dan unsur terkait lainnya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Hasil pemeriksaan medis dari pihak Puskesmas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” kata Muhklis.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi dari lokasi kejadian dan diantar ke rumah duka dengan pengawalan aparat keamanan.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada tetangga dan perangkat desa setempat sambil menunggu kedatangan pihak keluarga korban yang telah dihubungi. (kwl/an)