BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Warga Dukuh Grijo, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, melakukan aksi protes unik terhadap kondisi jalan rusak dengan menanam pohon pisang dan memasang spanduk bernada sindiran di tengah jalan penghubung desa.
Pantauan di lokasi, sejumlah spanduk dipasang tepat di lubang jalan yang rusak parah. Tulisan pada spanduk antara lain berbunyi, “Selamat dan Sukses atas Terlaksananya Penanaman Pohon Pisang untuk Ketahanan Pangan”, “Iki tanggung jawab sopo! Hormat kami, warga Indonesia”, serta “Sopo nandur bakal ngunduh”.
Tak hanya spanduk, warga juga menanam pohon pisang di beberapa titik jalan sebagai penanda lubang sekaligus bentuk kekecewaan terhadap kerusakan jalan cor yang baru dibangun tersebut.
Seorang warga setempat mengungkapkan, pohon pisang mulai ditanam sejak Minggu (14/12/2025) saat warga melakukan kerja bakti di sekitar lokasi.
“Selain protes, itu juga sebagai pengingat supaya warga hati-hati saat melintas. Jalannya banyak lubang,” ujarnya, Selasa (16/12).
Menurut warga, jalan tersebut baru dibangun sebelum Lebaran 2024. Namun, setelah dibuka, jalan kerap dilalui truk pengangkut pasir, yang sebelumnya tidak pernah melewati jalur tersebut.
“Itu jalan baru. Setelah jadi, sering dilewati truk pasir. Dulu truk enggak lewat situ,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Jagoan, Yulius Andre, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan baru yang dibangun pada tahun 2024 menggunakan dana desa sebesar Rp100 juta.
“Pembangunan jalan ini atas permintaan warga untuk mempersingkat akses. Jalan lama harus memutar, jadi dibuka jalan baru di antara kebun tebu,” terang Yulius Andre.
Ia menyebut, kerusakan mulai terlihat sekitar satu bulan terakhir. Faktor tanah dan kondisi musim hujan diduga menjadi penyebab utama kerusakan jalan, meski ia tidak menampik adanya aktivitas kendaraan berat yang melintas.
“Mungkin karena kondisi tanah dan musim hujan. Jalannya memang masih baru. Kalau jalan lama itu muter,” tambahnya.
Jalan cor selebar empat meter tersebut kini menjadi akses utama warga Dukuh Grijo dan Desa Jagoan karena dinilai lebih efisien dan memangkas waktu tempuh dibanding jalur sebelumnya. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto