Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Urban Farming Dinilai Efektif Dukung Target Solo Ramah Lansia 2030

Silvester Kurniawan • Selasa, 9 Desember 2025 | 22:27 WIB

Astrid Widayani: Urban Farming di Sumber Jadi Contoh Kota Solo Ramah Lansia
Astrid Widayani: Urban Farming di Sumber Jadi Contoh Kota Solo Ramah Lansia

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Upaya mewujudkan Solo sebagai Kota Ramah Lansia 2030 terus digencarkan Pemerintah Kota Surakarta.

Salah satu kegiatan yang dinilai efektif untuk mendukung target tersebut adalah pengembangan urban farming yang digerakkan oleh para lansia di tingkat kampung.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan hal itu saat berkunjung ke wilayah Kelurahan Sumber, Banjarsari, Senin (8/12) sore. Dalam kunjungannya, Astrid berdialog langsung dengan para pengurus Kelompok Tani Sumber Martani di RT 07 RW 07 yang sebagian besar beranggotakan warga lanjut usia.

Astrid mengapresiasi kreatifitas warga yang mampu memanfaatkan lahan sempit menjadi ruang hijau yang produktif. Melalui budidaya tanaman seperti Bayam Brazil dan Lidah Buaya, para lansia tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai ekonomis.

Baca Juga: Profil Lengkap Hudi Dananjoyo Suryodipuro, Sosok VP Sekretaris SKK Migas yang Meninggal Dunia saat Bersepeda di Sudirman

“Kelompok tani di sini tidak hanya fokus pada budidaya. Mereka juga mampu membuat produk turunan seperti keripik lidah buaya dan keripik bayam brazil. Artinya, pertanian skala kecil dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga,” jelas Astrid, Selasa (9/12).

Ia menambahkan bahwa kegiatan urban farming sejalan dengan semangat Solo Ramah Lansia 2030, karena aktivitas bertani terbukti menyehatkan, produktif, dan memberi ruang interaksi sosial bagi para lansia.

“Ini bukti bahwa keterbatasan lahan bukan halangan. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk kesehatan lansia dan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi mereka,” imbuhnya.

Baca Juga: Tanpa Perlawanan! Na Daehoon Resmi Cerai dari Julia Prastini, Jule Sah Tak Dapat Hak Asuh Anak?

Lurah Sumber, Arifa Umiyati, membenarkan bahwa sebagian besar anggota Kelompok Tani Sumber Martani merupakan pensiunan yang ingin tetap aktif. Urban farming, kata dia, memberi aktivitas fisik yang sehat sekaligus ruang pemberdayaan bagi warga senior.

Tak hanya kelompok tani, pihak kelurahan juga mendorong seluruh warga menanam tiga tanaman wajib: cabai, serai, dan pandan. Ketiganya dinilai bermanfaat untuk kebutuhan dapur sekaligus kesehatan lansia.

“Serai dan pandan bisa diseduh menjadi minuman sehat. Jadi konsep ramah lansia tidak hanya melalui posyandu, tetapi juga lewat kegiatan lain seperti infrastruktur olahraga dan aktivitas menanam seperti ini,” terang Arifa.

Baca Juga: Dishub Solo Beri Sinyal Dukungan Operasional Bajaj Maxride, Target Mulai 2026

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pemkot Solo berharap urban farming bisa menjadi gerakan kolektif yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup lansia menuju Solo Ramah Lansia 2030. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kota ramah lansia #kelompok tani #bayam brazil #ruang hijau #pemerintah kota surakarta #lidah buaya #solo