SOLOBALAPAN.COM, BOYOLALI — Memasuki bulan Desember, warga Boyolali diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, bulan ini menjadi puncak musim ular kobra menetas, sehingga potensi kemunculan anak-anak kobra di pemukiman makin tinggi.
Peringatan ini disampaikan Anggota Damkar Satpol PP Boyolali, Sri Wiyatno, yang menegaskan bahwa fase penetasan kobra sudah berlangsung sejak awal musim hujan.
“Ular kobra mulai menetas di awal musim hujan. Pada periode bulan September–Oktober. Dengan puncaknya terjadi pada bulan Desember,” ungkap Sri Wiyatno.
Karena itulah, masyarakat diimbau untuk rutin mengecek area-area yang biasanya dijadikan sarang.
Anak Ular Kobra Justru Lebih Berbahaya dan Agresif
Sri Wiyatno menjelaskan bahwa ancaman justru lebih tinggi ketika bertemu anak ular kobra, karena sifatnya yang lebih agresif.
“Akan banyak anak kobra masuk rumah, dihimbau untuk berhati hati, karena anak ular kobra juga sudah memiliki bisa,” jelasnya.
Tak hanya itu, anak kobra cenderung langsung menyerang ketika merasa terancam.
Berbeda dengan kobra dewasa, anak kobra langsung menghabiskan seluruh cadangan bisa meski ukuran tubuhnya kecil.
“Bisanya sama, makanya harus lebih berhati hati dengan anak kobra,” lanjutnya.
Sarang Kobra Berada di Tempat Kering, Warga Diminta Rajin Memeriksa Lingkungan
Menurut Sri Wiyatno, sarang kobra biasanya ditemukan di area yang kering, hangat, dan lembab seperti:
- Tumpukan daun kering
- Sampah
- Semak-semak
- Area pekarangan yang jarang dibersihkan
Jarang sekali kobra membuat sarang di dalam rumah. Namun, kobra bisa masuk jika sedang mencari makan atau menemukan suhu ruangan yang cocok.
“Sarangnya pasti di area kering, paling banyak biasa di daerah utara yang cenderung kering, seperti Klego, Sambi, Andong, dan Boyolali, sekitarnya,” jelas Sri.
Untuk wilayah atas seperti Selo, Cepogo, Musuk, dan Gladagsari, populasi ular yang dominan berkembang biak justru ular sanca.
Desember: Laporan Evakuasi Kobra Naik Setiap Hari
Tingginya aktivitas kobra pada periode ini membuat permintaan evakuasi ke Damkar meningkat drastis.
“Kalau Desember ini, pasti tiap hari ada laporan masuk, minta evakuasi ular kobra, karena memang puncaknya,” tuturnya.
Peringatan ini menjadi alarm bagi masyarakat Boyolali untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup celah rumah, serta menghindari tumpukan barang yang berpotensi jadi tempat persembunyian. (fid/lz)
Editor : Laila Zakiya