Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Layanan Posyandu Plus Masih Berproses, Pemkot Solo Prioritaskan Kesehatan Mental dan Penanganan Stunting

Silvester Kurniawan • Senin, 24 November 2025 | 16:38 WIB

Program Posyandu Plus Solo yang terintegrasi dengan layanan kesehatan mental baru terealisasi 50 persen hingga akhir 2025.
Program Posyandu Plus Solo yang terintegrasi dengan layanan kesehatan mental baru terealisasi 50 persen hingga akhir 2025.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Pemkot Solo memastikan Program Posyandu Plus Solo tetap dilanjutkan pada 2026 mendatang. Program yang kini dikembangkan dari layanan Posyandu reguler dengan penambahan layanan kesehatan mental itu baru terealisasi sekitar 50 persen hingga penghujung tahun 2025.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyebutkan bahwa sedikitnya ada 629 posyandu tersebar di setiap RW di Kota Solo. Separuh di antaranya kini telah terintegrasi dengan layanan tambahan sebagai Posyandu Plus.

“Jumlah posyandu di Solo ada lebih dari 620-an unit. Untuk menjadi Posyandu Plus itu dibutuhkan layanan tambahan seperti kesehatan mental dengan dukungan mitra lainnya. Ini masih berproses, sudah berjalan 50 persen, jadi akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya,” ujar Astrid, Minggu (23/11).

Dukung Penanganan Stunting dan Kemiskinan

Astrid menjelaskan, penguatan Posyandu Plus linier dengan program strategis pemerintah daerah, terutama dalam penanganan stunting, peningkatan kualitas lingkungan keluarga, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Program Posyandu Plus ini nyambung dengan program stunting. Tidak hanya soal gizi anak, namun juga kualitas lingkungan rumah tinggal dan sebagainya. Ini juga akan sinergi dengan program lain seperti penanganan kemiskinan ekstrem,” papar Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Surakarta tersebut.

Anggaran Efisien, Pelayanan Tetap Prioritas

Secara terpisah, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan bahwa sejumlah program pelayanan publik—termasuk Posyandu Plus—akan tetap dijalankan meskipun alokasi TKD (Transfer ke Daerah) menurun di Tahun Anggaran 2026.

“Efisiensi dilakukan di beberapa pos, tetapi program pelayanan tidak akan dikurangi. Semua tetap kita jalankan,” tegas Respati.

Dengan keberlanjutan program di tahun depan, Pemkot berharap peningkatan kualitas hidup warga Solo dapat berjalan seimbang: kesehatan anak terjaga, persoalan mental diperhatikan, dan kemiskinan ikut ditekan. (ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Respati Ardi #stunting #kesehatan mental #Astrid Widayani #posyandu plus solo