SOLOBALAPAN.COM - Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selama ini dikenal dengan kemegahan arsitekturnya yang mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi.
Masjid yang menjadi ikon baru Kota Bengawan itu tak pernah berhenti menarik ribuan orang untuk datang berwisata religi.
Namun, tahukah kamu? Dibalik kemegahannya, terdapat sebuah tempat yang belum banyak diketahui pengunjung, yaitu perpustakaan masjid yang tenang dan nyaman.
Perpustakaan Masjid Sheikh Zayed mulai dibuka dua tahun yang lalu. Atau sekitar satu tahun setelah masjid diresmikan pada tahun 2022.
Fasilitas Nyaman dan Gratis di Menara Utara
Terletak di menara masjid sisi utara, perpustakaan ini dapat diakses secara gratis oleh siapa pun.
Pengunjung hanya perlu mengisi daftar hadir dan menitipkan tas di meja petugas.
Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, fasilitas yang disediakan sangat lengkap.
Ruangan yang sejuk karena dilengkapi AC, koneksi Wi-Fi gratis, serta meja dan kursi yang nyaman menjadikannya tempat yang ideal untuk bekerja atau mengerjakan tugas.
"Walaupun nggak sebesar perpustakaan di kampus saya, tapi untuk fasilitasnya udah enak banget. Cocok buat yang nyari tempat tenang," ungkap Martha (21), seorang mahasiswi UIN Surakarta yang ditemui di lokasi.
Koleksi Buku yang Beragam dan Inklusif
Menurut pustakawan masjid, Egi, koleksi buku di sini sangat beragam, tidak hanya terbatas pada literatur Islam.
Pengunjung bisa menemukan kitab-kitab ulama Nusantara, buku sejarah, novel, hingga buku bacaan umum lainnya.
Keistimewaan perpustakaan ini adalah inklusivitasnya.
-
Koleksi Lintas Bahasa: Tersedia buku-buku dalam bahasa Arab, Inggris, Belanda, hingga Ibrani.
-
Al-Quran dan Buku Braille: Disediakan Al-Quran dan buku-buku lain dalam huruf Braille untuk para penyandang tunanetra.
"Jadi perpustakaan kita bisa diakses semua kalangan," jelas Egi.
Pusat Kegiatan Literasi
Selain sebagai ruang baca, perpustakaan ini juga aktif menjadi pusat kegiatan literasi.
Berbagai acara seperti bedah buku, diskusi komunitas, hingga kelas TOEFL gratis rutin digelar di sini, menjadikannya ruang publik yang hidup.
Egi berharap perpustakaan ini bisa semakin dikenal luas.
"Tentu kami punya keinginan perpustakaan ini semakin dikenal... dan semakin sering dikunjungi teman-teman yang membutuhkan bahan bacaan," tandasnya.
Informasi Praktis
-
Lokasi: Menara Utara, Kompleks Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
-
Jam Operasional: Buka setiap hari (jam operasional dapat dicek di media sosial resmi masjid).
-
Tiket Masuk: Gratis.
Perpustakaan Masjid Raya Sheikh Zayed membuktikan bahwa masjid dapat berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah.
Ia adalah pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan ruang literasi yang tenang di tengah kemegahan ikon baru Kota Solo. (mg6/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo