BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM — Kejadian tak biasa terjadi di Makam Lodji, Dusun Trayon, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede, Boyolali.
Warga digegerkan dengan temuan puluhan kain jarik dan kebaya di dalam plafon atap penutup makam yang secara fisik tidak memiliki celah masuk.
Peristiwa mengundang tanda tanya itu pertama kali diketahui sekitar sebulan lalu oleh warga yang melintas.
Kejadian kembali viral setelah sejumlah foto dan video penemuan kain itu menyebar di media sosial.
Ketua RT 01/02 Dusun Trayon, Damsiri, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengaku mengetahui kabar tersebut dari warga yang melihat langsung kejadian.
"Benar, memang ada kain-kain itu. Kejadiannya sudah sebulan lalu. Saya sendiri tidak melihat langsung, tapi saya tanya ke warga yang menyaksikan," ujar Damsiri saat dikonfirmasi, Minggu (6/7/2025).
Menurut Damsiri, pihak keluarga dari jenazah yang dimakamkan di lokasi tersebut diyakini sebagai orang yang meletakkan kain-kain tersebut.
Hal itu diperkuat oleh sikap keluarga yang menolak saat kain hendak dibawa atau dibuang oleh warga.
"Waktu kainnya mau dibuang, keluarga tidak rela. Mereka merasa masih ada keterikatan dengan jenazah. Jadi kemungkinan besar, kain itu memang sengaja ditaruh," katanya.
Namun yang membuat warga heran, plafon atap penutup makam tersebut tidak memiliki celah yang memungkinkan benda masuk dari luar, apalagi dalam jumlah banyak.
Saksi mata, Darsono (75), warga setempat, mengungkapkan bahwa ia pertama kali melihat kain muncul dari sela plafon ketika hendak pergi mencari rumput.
"Awalnya saya tidak gubris. Tapi besoknya saya lihat kok masih ada, akhirnya saya beri tahu ke warga lain," tutur Darsono.
Menurutnya, proses penemuan kain berlangsung secara mengejutkan. Ketika selembar kain ditarik, muncul lembaran kain lain yang terus keluar hingga akhirnya dilakukan pembongkaran oleh tukang yang diminta keluarga.
"Awalnya satu, terus ditarik kok keluar lagi. Akhirnya dibongkar oleh tukang bangunan yang dulu mengerjakan makam itu," imbuhnya.
Setelah proses evakuasi kain selesai, sebagian kain dikuburkan warga, dan sebagian lain dibawa kembali oleh pihak keluarga. Hingga kini, belum diketahui siapa yang meletakkan kain tersebut di dalam plafon makam.
"Kalau orang iseng rasanya tidak mungkin. Di sini juga tidak ada orang gila yang sering ke makam," tutup Darsono. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto