BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM - Gelombang massa korban investasi koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) kembali menggeduruk rumah ketua BLN Pusat Salatiga, KPA Nicholas Nyoto.
Aksi demo berlangsung pada Rabu (2/7) kemarin, para korban turun dengan lebih banyak massa aksi daripada sebelumnya.
Korban mulai dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Wonosobo, Klaten, serta Boyolali.
Juru bicara korban BLN, Aris Carmadi mengungkapkan, aksi tersebut buntut penolakan para korban terkait pengembalian dana.
Dalam aksi tersebut para korban bisa bertemu dengan Kepala BLN Pusat, dalam pertemuan tersebut KPA Nikolas Nyoto berjanji akan mengembalikan dana korban dengan sistem token.
“Kami berhasil bertemu dengan pak Niko dengan dibantu Aparat Penegak Hukum (APH), dia berjanji akan mengembalikan dana,” jelasnya dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Kamis (3/7).
Aris menyebut, penolakan terjadi karena token hanya bisa digunakan untuk sesama anggota koperasi BLN dengan menggunakan pasar online yang dibuat oleh Niko.
“Ini namanya perampokan sistematis, kalau hanya bisa digunakan sesama anggota dengan pasar yang dibuat sendiri, untuk membelanjakan keluar bagaimana,” terang Aris.
Penolakan tersebut juga disebabkan korban takut dana yang dikembalikan tidak bisa digunakan diluar.
“Pada intinya kami para korban tidak setuju apabila pengembalian dana dilakukan secaral online, kami ingin kembali dalam bentuk uang,” tambahnya.
Pengembalian dengan sistem token yang dijanjikan Niko nantinya hanya bisa digunakan di dalam pasar online yang dibuat oleh Niko sendiri.
Sebelumnya Polres Boyolali sudah memanggil 20 saksi korban BLN untuk dimintai keterangan, selanjutnya Polres Boyolali akan berkoordinasi dengan beberapa Polres dan Polresta yang mendapat laporan serupa untuk memanggil pengurus BLN.(fid)
Editor : Andi Aris Widiyanto