Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tragis! Devita Sari Ditemukan Tak Bernyawa, Mahasiswi UNS Berprestasi dengan Luka yang Tak Terlihat

Damianus Bram • Rabu, 2 Juli 2025 | 22:30 WIB
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.
Mahasiswi UNS yang diduga akhiri hidup dengan nekat meloncat dari Jembatan Jurug. (foto kanan) Surat wasiat tinggalan sang mahasiswi.

SOLOBALAPAN.COM – Setelah hampir 24 jam pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Devita Sari Anugraheni, mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terjun ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug, Selasa (1/7/2025).

Koordinator Basarnas Pos Solo, Gohan Wijayana, mengonfirmasi bahwa jenazah Devita ditemukan pada Rabu siang (2/7/2025).

“Info A1, saat ini korban telah ditemukan,” ujar Gohan.

“Saat ini kami masih menunggu tim yang sedang mengevakuasi korban untuk mengetahui detail ditemukannya korban tersebut. Nanti kami update lagi,” tambahnya.

Menurut informasi, jasad korban ditemukan terseret arus lebih dari 3 kilometer, tepatnya di wilayah utara Jembatan Ring Road.

Proses evakuasi langsung dilakukan oleh petugas SAR gabungan yang berada di lokasi.

Sosok Devita: Mahasiswi Berprestasi dengan Luka yang Tak Terlihat

Devita diketahui merupakan mahasiswi semester 8 Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS, yang sebentar lagi akan mengikuti prosesi wisuda.

Tragisnya, di tengah capaian akademik yang gemilang — dengan IPK 3.8 dan sebagai penerima beasiswa KIP-K, Devita justru memilih jalan sunyi yang mengejutkan semua pihak.

Dalam rilis resmi dari pihak kampus, Devita telah mengungkapkan bahwa ia memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sejak 2023.

Catatan layanan konseling kampus menyebutkan bahwa Devita pernah mencoba bunuh diri dengan cara overdosis obat, menyakiti diri sendiri, dan bahkan sempat menjadi pasien di rumah sakit jiwa.

Pihak kampus menegaskan bahwa kejadian tragis ini tidak terkait dengan tekanan akademik, melainkan murni akibat masalah kesehatan mental yang telah lama dialami korban.

Semua pihak berharap masyarakat lebih peduli terhadap isu kesehatan mental, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (dam)

 Catatan: Jika Anda atau orang terdekat mengalami gangguan psikologis, segera hubungi layanan kesehatan mental, konseling kampus, atau lembaga profesional untuk mendapatkan pertolongan. Anda tidak sendiri, dan bantuan selalu tersedia. 

Editor : Damianus Bram
#bunuh diri #akhiri hidup #devita sari #jembatan jurug #mahasiswi uns #bengawan solo