Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Korban Ledakan Amunisi Garut Cuma Digaji Rp150 Ribu? Ini Kata Keluarga di Hadapan Dedi Mulyadi

Laila Zakiya • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:30 WIB

 

Keluarga korban ledakan amunisi di Garut.
Keluarga korban ledakan amunisi di Garut.

SOLOBALAPAN.COM – Tragedi ledakan amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang, termasuk sembilan warga sipil, terus menyisakan duka mendalam dan sorotan tajam.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung menemui keluarga korban untuk mendengar cerita dari pihak yang paling terdampak.

Salah satu momen paling mengharukan terekam dalam video unggahan akun X @BiLLRay2019.

Seorang anak korban tak kuasa menahan tangis saat menuntut keadilan dan meluruskan informasi yang beredar.

Ia menegaskan bahwa ayahnya bukanlah pemulung seperti yang ramai dibicarakan publik.

“Saya minta pertanggungjawaban karena bapak saya di situ bukan seperti orang-orang pikirin,” ucapnya sambil tersedu.

“Bapak saya bukan mulung, bapak saya disitu kerja sama tentara. Saya tahu dari zaman saya sekolah,” lanjutnya di hadapan Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan itu, Dedi menyampaikan komitmennya untuk memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing keluarga korban.

Ia juga berjanji menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga jenjang perguruan tinggi.

“Seluruh anak-anak dari korban sampai perguruan tinggi saya yang urus,” ujar Dedi.

Tak hanya itu, seorang saksi selamat dari insiden tersebut turut memberikan keterangan bahwa upah harian yang diterima korban untuk menangani amunisi mencapai Rp150 ribu.

“Kalau upah pak, gak tahu kalau senanya. Mungkin kalau ke saya dari adik saya cuma 150 ribu sehari, tiap hari tugas,” ungkapnya dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Sosok adik dari Pak Rus yang menjadi korban disebut telah bekerja lebih dari satu dekade membantu menjinakkan senjata dan amunisi.

Mereka bahkan pernah diminta bantuan oleh Mabes Polri.

“Bapak saya kerja sama tentara. Sudah lama, bapak saya sudah ke mana-mana, Manado, Makassar, Bali, Jakarta, Mabes Polri saya tahu,” tandas sang anak.

Di tengah duka, keluarga korban berharap nama baik orang tua mereka dipulihkan.

Tuduhan yang menyebut mereka sebagai pemulung yang masuk tanpa izin dinilai tidak adil.

“Katanya banyak orang yang bilang bapak saya ke situ nyelonong, ngelawan TNI. Nggak, nggak gitu,” tegas putri korban.

Tragedi ini membuka mata publik bahwa sebagian korban adalah pekerja yang telah lama bermitra dengan TNI dalam menangani bahan peledak.

Kini, mereka hanya berharap keadilan dan pengakuan atas jasa yang telah diberikan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Ledakan amunisi di Garut #dedi mulyadi