SOLOBALAPAN.COM – Dua pemain Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, menjadi korban aksi rasisme setelah timnya mengalahkan Persib Bandung dalam laga Liga 1 di Stadion Kie Raha, Jumat (2/5/2025).
Sayuri bersaudara menerima pesan langsung (Direct Message) bernada rasis dari sejumlah akun Instagram oknum suporter Persib.
Tak tinggal diam, mereka langsung melayangkan somasi dan menuntut permintaan maaf terbuka dari para pelaku.
Somasi Terhadap Empat Akun, Dua Lain Dilaporkan
Dengan difasilitasi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Yakob dan Yance menuntut pertanggungjawaban dari empat akun, yakni @pikz97 (Taopik Rohman), @anggarama88 (Rama Ramadan), @rio.ramdani dan @hadifikri04 (Fikri Hadi Nugraha).
Selain itu, dua akun lain—@gcattur dan @kadekagung45 (Kadek Agung Wardana)—juga dilaporkan karena dinilai melakukan penghinaan yang lebih berat, termasuk menyerang keluarga dan anak-anak Sayuri bersaudara.
“Kami sering kali kena ucapan dan tindakan rasis. Semakin ke sini semakin parah, bahkan keluarga kami ikut dihina,” tulis Yakob Sayuri lewat akun Instagram-nya, Senin (5/5/2025).
Ultimatum 1x24 Jam atau Dilanjutkan ke Jalur Hukum
Melalui surat somasi, Sayuri bersaudara memberi tenggat waktu 1x24 jam bagi para pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Jika tidak dipenuhi, kasus ini akan dibawa ke jalur hukum melalui laporan resmi ke kepolisian.
"Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk merayakan keberagaman, bukan tempat untuk diskriminasi," tegas Yakob.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut angkat bicara mengenai insiden ini. Ia menyatakan sikap tegas bahwa rasisme tidak boleh dibiarkan tumbuh di sepak bola Indonesia.
“Saya selalu menolak rasisme dalam bentuk apa pun di sepak bola. Tidak boleh ada ujaran atau tindakan rasis. Tidak ada tempat bagi rasisme di dunia,” tulis Erick melalui akun Instagram-nya. (dam)
Editor : Damianus Bram