SOLOBALAPAN.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar bergerak cepat merespons mewabahnya penyakit chikungunya yang menyerang warga di dua Rukun Tetangga (RT) di Desa Jantiharjo, Karanganyar Kota, sejak awal pekan ini.
Kepala DKK Karanganyar, Purwati, saat dihubungi Rabu (9/4) siang, menyatakan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi pada Selasa (8/4) pagi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Tim tersebut melakukan pengecekan kesehatan warga dan pemeriksaan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi sarang nyamuk.
"Kemarin kami sudah mendapatkan informasi tersebut, dan langsung memerintahkan Puskesmas setempat untuk melakukan pengecekan langsung kepada warga yang terdampak, pendataan, serta edukasi terkait wabah ini," paparnya.
Lebih lanjut, Purwati menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan meliputi pemeriksaan medis terhadap warga yang terjangkit chikungunya, pelaksanaan fogging (pengasapan) di sejumlah titik, dan pembagian larvasida untuk memberantas jentik nyamuk.
"Dari teman-teman relawan kemarin juga sudah melakukan fogging. Kemudian dari pihak puskesmas juga langsung melakukan proses pengecekan kesehatan kepada sejumlah warga yang terkena dampak wabah tersebut," ungkapnya.
Mengenai hasil pengecekan DKK, Purwati menegaskan bahwa merebaknya kasus chikungunya di Desa Jantiharjo diduga kuat disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap perkembangan jentik nyamuk di wilayah tersebut.
"Dari hasil sementara pengecekan yang dilakukan, memang kesadaran masyarakat di wilayah tersebut masih kurang, karena Angka Bebas Jentik (ABJ)-nya itu hanya 46 persen saja," tegasnya. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto