SOLOBALAPAN.COM - Lalu lintas arus mudik di wilayah Boyolali terpantau relatif sepi pada Sabtu (29/3), dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi ini terpantau dari CCTV Pos Pengamanan (Pos Pam) SiBoba di Dukuh Banaran milik Polres Boyolali.
Baik kendaraan yang melintas di ruas tol Semarang–Solo maupun jalur artileri terlihat tidak sepadat saat puncak arus mudik pada Jumat (28/3).
Baca Juga: THR Dicicil? Karyawan PT PPI Boyolali Protes, Sisa 30 Persen Baru Akan Dibayarkan Juni 2025?
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menyebutkan bahwa puncak arus mudik pertama memang terjadi pada hari Jumat.
"Kapastitas tol dari Boyolali menuju Solo dan Jogja saat itu mencapai 60–70 ribu kendaraan hanya dalam waktu 6 jam. Artinya, tiap jam ada sekitar 10 ribu kendaraan melintas," jelasnya.
Meski arus melandai pada Sabtu pagi hingga siang, pihak kepolisian memperkirakan akan terjadi puncak arus mudik kedua pada Sabtu malam.
“Kita antisipasi hari ini (Sabtu) akan terjadi puncak arus mudik kedua mulai siang hingga malam. Karena sejak tadi malam tol Cikampek sudah macet dan sudah diberlakukan one way hingga Bawen. Kemungkinan besar, malam ini puncaknya,” tambahnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa mayoritas pemudik masih memilih jalur tol untuk menuju kampung halaman.
“Tol hari ini masih jadi transportasi favorit bagi pemudik,” ujarnya.
Menurut perkiraannya, akan ada sekitar 100.000 hingga 200.000 kendaraan yang melintasi wilayah Boyolali saat puncak kedua arus mudik malam nanti.
“Dari laporan, total kendaraan keluar dari Cikampek sudah hampir satu juta. Sebagian besar pecahnya di Jawa Tengah, dan banyak yang lewat Boyolali menuju Solo dan Jogja,” pungkasnya.
Editor : Nindia Aprilia