SOLOBALAPAN.COM - September ini disebut sebagai puncak kemarau di Wonogiri, dengan sumber-sumber air yang mulai menyusut.
BPBD Wonogiri, yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Trias Budiono, melaporkan bahwa banyak warga, termasuk di Wonogiri Kota dan wilayah selatan, mulai membeli air bersih karena kekurangan pasokan.
Di Lingkungan Gunung Kukusan, warga sudah membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan mereka.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan air bersih melalui program CSR, termasuk ke wilayah Kelurahan Giriwono dan Kecamatan Selogiri.
Pemkab Wonogiri telah mengalokasikan sekitar Rp 750 juta untuk pengadaan air bersih, yang mencakup lebih dari 3.000 tangki air berkapasitas 5.000 liter per tangki.
Trias menyebutkan bahwa proses penyaluran masih berlangsung dan diharapkan segera dilakukan.
Permintaan bantuan air bersih telah datang dari sejumlah kecamatan seperti Tirtomoyo, Nguntoronadi, Baturetno, Giritontro, Eromoko, Paranggupito, dan Pracimantoro.
Proses pengajuan dimulai dari desa yang melapor ke camat, kemudian diteruskan ke bupati dan BPBD.
Selain itu, Trias mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan berhati-hati terhadap potensi kebakaran, khususnya saat membakar sampah.
Ia menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. (al)
Editor : Nindia Aprilia