SOLOBALAPAN.COM - Kasus kecelakaan bus pariwisata berisi rombongan anggota PKK asal Sragen terjadi di kawasan Kemuning.
Bus pariwisata yang membawa rombongan PKK asal Sragen itu terguling ketika berada di kawasan tanjakan menuju Jembatan Kaca Kemuning.
Saat ini, kasus kecelakaan bus rombongan PKK asal Sragen itu sudah ditangani oleh pihak berwajib.
Camat Sidoharjo, Dwi Cahyono pun sudah tiba di Tempat Kejadian Perkara atau TKP kasus kecelakaan bus rombongan PKK yang terguling di Kemuning itu.
Ia memastikan bahwa para korban yang merupakan rombongan anggota PKK asal Sragen sudah ditangani.
Bahkan menurut Dwi Cahyono, sebagian besar korban sudah kembali pulang.
Beberapa dijemput menggunakan kendaraan pribadi, sementara sejumlah lainnya dijemput dengan kendaraan kantor.
Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak 25 anggota PKK asal Sragen yang tergabung dalam Pokja PPK Sidoharjo menjadi korban.
Setiap perwakilan dari desa di Sidoharjo diketahui ikut dalam rombongan tersebut.
Saat kejadian berlangsung, 25 korban kecelakaan segara mendapatkan evakuasi sehingga kini dikabarkan dalam keadaan selamat.
Hanya 2 anggota PKK yang menjadi korban dalam kecelakaan di Kemuning itu yang harus diberikan jahitan.
”Yang mendapat perawatan lanjutan 5 orang. 2 orang ada sedikit jahitan akibat pecahan kaca, kemudian 3 orang yang sempat dilarikan ke Puskesmas Ngargoyoso, dilarikan oleh ambulans ke RSU PKU Masaran,” kata Dwi Cahyono pada Rabu, 10 Juli 2024.
Camat Sidoharjo itu menerangkan bahwa korban yang dibawa ke PKU Masaran sempat mengalami pembengkakan di bagian tangannya.
”Selain itu semua dalam keadaan sehat, untuk kepulangan ke kemuning menuju rumah masing-masing ada yang dijemput keluarga dan ada yang ikut kendaraan dari kantor,” jelasnya.
Terkait kecelakaan tersebut, Camat Sidoharjo menerangkan bahwa bus yang membawa rombongan PKK asal Sragen itu tak siap menanjak.
”Mobil yang tidak kuat menanjak, sempat mundur, lalu menghantam tebing dan terguling,” ungkap Dwi. (din/lz)