Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Isu Katering yang Mengaku Belum Dibayar Masjid Raya Sheikh Zayed Akhirnya Terjawab! Uang Ternyata Dibawa Lari Teman Sendiri

Silvester Kurniawan • Jumat, 19 April 2024 | 22:09 WIB
Kegiatan Buka Bersama di Masjid Raya Zayed Solo.
Kegiatan Buka Bersama di Masjid Raya Zayed Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Warga Solo dibuat heboh dengan aduan penguasaha katering yang mengaku belum mendapat bayaran usai menyediakan takjil dan menu buka puasa di Masjid Sheikh Zayed.

Dilansir dari Radar Solo, pengusaha yang mengaku bernama Erlen Wahyu Ningsih, sedangkan laporan tersebut disampaikannya via Unit Latanan Aduan Surakarta (ULAS) pada 10 April lalu.

Dalam kanal aduan itu, Erlen menuliskan bahwa dirinya dan rekan-rekannta belum menerima pelunasan pembayaran takjil dan menu buka puasa yang mereka kirimkan ke Masjid Raya Sheikh Zayed itu kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

"Assalamualaikum wr.wb mas gibran, Mas gibran izin lapor terkait pembayaran takjil & makan buka puasa dimasjid zayed yang belum terbayarkan ke rekan2 catering padahal ini sudah lewat dari perjanjian awal yaitu 1 minggu akan dibayarkan," tulis Erlen di ULAS, Rabu (10/4) lalu. 

Dia meminta sang wali kota turun tangan untuk menyelesaikan persoalan itu mengingat nominal yang belum terbayarkan itu terhitung besar dan penting untuk kelangsungan hidup para pengusaha katering itu.

"Kasihan mas ini udah lebaran taou malah uangnya gak cair. Dan baru cair dp 10jt itupun dulu pas awal puasa. Mas minta toling diusut terkait uang yang belum dibayarkan ke rekan2 karena nominalnya banyak buat kami. Terimakasih," tulis Erlen. 

Laporan pengusaha katering via ulas itu pun langsung mendapat oleh Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat.

Dalam klarifikasi itu, pengelola masjid menegaskan bahwa pihaknya tidak ada nama Erlen Wahyu Ningsih di kontrak kerja yang dilakukan bersama 22 pengusaha katering dan 92 penyedia menu takjil yang bekerjasama dengan pengelola sepanjang Ramadhan 2024. 

"Masjid Raya Sheikh Zayed Solo hanya melakukan kontrak terhadap 22 catering penyedia makanan besar dan 92 penyedia menu takjil yang sudah lolos seleksi," jawab Munajat melalui klarifikasi yang diunggah di ULAS pada Jumat (12/4) siang.

"Kontrak pemesanan dilakukan secata resmi dan bermaterai. Dari catering dan penyedia menu takjil tersebut tidak ada nama Erlen Wahyu Ningsih," tulisnya.

Tidak lama setelah itu, muncul titik terang dari masalah ini.

Uang tersebut dibayarkan oleh Masjid Sheikh Zayed kepada rekan dari Erlen pada tanggal 12 April lalu. Namun, uang tersebut dibawa lari oleh orang tersebut.

Melalui klarifikasi yang ditulis di ULAS pada Senin (15/4) Erlen meminta maaf pada segenap pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed karena dirinya juga baru mendengar kabar bahwa kekurangan pembayaran sudah dilakukan ke koleganya.

Sayangnya, seorang kolega yang dipercaya itu justru kabur dan tak terdengar keberadaannya sampai saat ini. 

"Pada tanggal 12 April 2024 kami mendapatkan informasi jika rekan kami yang kabur telah membawa uang pembayaran takjil dan makan buka puasa. Saat ini kami masih mencari oknum tersebut. Kami tidak menyangka akan ditipu dengan rekan kami sendiri," terang dia. 

Pihak pengelola dari Masjid Sheikh Zayed pun meminta pihak katering untuk melakukan klarifikasi karena terkait reputasi masjid. (ves/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#gibran #Masjid Raya Sheikh Zayed #katering #solo