SOLOBALAPAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kiranya tidak tanggung-tanggung dalam menggenjot produktivitas pangan, khususnya tanaman padi.
Dilansir dari Radar Solo, pemangku kursi jabatan pemerintahan di Kota Makmur dikabarkan memborong tiga drone.
Drone sendiri adalah pesawat tanpa awak dengan pengendalian jarak jauh menggunakan teknologi nirkabel yang bisa dipakai membawa muatan.
Penggunaan drone khususnya untuk pertanian saat ini sangat dibutuhkan karena dianggap lebih efektif dan efisien.
Dengan begitu, waktu, tenaga dan biaya pun bisa jauh lebih hemat.
Drone ini nantinya digunakan untuk pemupukan dan pengendalian hama gratis bagi petani di Sukoharjo.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno pada Kamis (28/3).
Diterangkannya, harga dari satu unit drone adalah Rp185 juta.
Dengan kata lain, Pemkab Sukoharjo menggelontorkan dana Rp555 satu alias lebih dari setengah miliar rupiah untuk tiga unit drone.
"Melalui APBD 2024 ini, pengadaan 3 unit. Untuk satu unitnya Rp 185 juta pagunya. Hari ini sudah tiba, langsung kita unboxing," kata Bagas.
Menurut Bagas, drone nantinya akan dikelola oleh Dinas Pertanian dan Perikanan untuk melayani kebutuhan petani.
Para petani tinggal menyampaikan ke penyuluh di lapangan juga membutuhkan drone untuk pemupukan atau pengendalian hama.
"Petani tidak perlu membayar, gratis. Berikut dengan pupuknya," kata Bagas.
Menurut Bagas, drone memiliki kapasitas air 10 liter dan kapasitas batre 13 -15 menit.
Dari penyedia, disediakan 2 batre sehingga bisa untuk bergantian.
Bahkan, drone ini bisa kembali ke titik koordinat awal jika kehilangan sinyal.
"Jika 1 batre habis, bisa langsung di-charge, operasional dengan batre satunya lagi. Lama pengisian daya sekitar 30 menit," ungkap Bagas.
Menurut Bagas, saat ini pihaknya juga langsung melakukan pelatihan untuk pengenalan drone kepada para petugas di lapangan.
Nantinya, akan ditunjuk beberapa petugas untuk operasional drone.
Petugas-petugas tersebut disebut akan mempunyai lisensi semacam SIM untuk menerbangkan drone. (kwl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro