Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Bukan yang Populer , PCNU Surakarta Sarankan Masyarakat Solo Pilih Pemimpin yang Seperti Ini saat Pilkada

Antonius Christian • Kamis, 7 Maret 2024 | 21:19 WIB
Ilustrasi Pilkada  Solo yang sudah ramai dibicarakan (ANTARA)
Ilustrasi Pilkada Solo yang sudah ramai dibicarakan (ANTARA)

SOLOBALAPAN.COM - Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta Mashuri memberikan pesan kepada masyarakat terkait Pilkada Kota Solo

Pilkada Kota Solo memang masih lama, namun sejumlah nama sebagai sosok yang cocok duduk di kursi AD 1 mulai bermunculan di masyarkat.

Berkenaan dengan hal tersebut, Mashuri memberikan petuah kepada masyarakat untuk memilih berdasarkan popularitas.

Selain itu, dia menuturkan seorang pemimpin harus memiliki pengalaman memimpin wilayah.

"Populer tidak bisa jadi jaminan," ujarnya pada Kamis (7/3) seperti dikutip dari Radar Solo.

"Artinya orangnya populer, bisa diterima masyarkat, tapi belum punya pengalaman menata wilayah." 

"Menjadi pemimpin itu tidak sekedar turun kebawah, blusukan mendengarkan permasalahannya apa."

"Akan tetapi mereka sebelum turun harus sudah tahu dulu permasalahannya di masyarakat apa, sehingga sudah tahu kebutuhan masyarkat apa," urai Mashuri.

Mashuri beharap jalannya proses pilkada di Kota Bengawan bisa sama saat pemilu beberapa waktu lalu bergulir.

"Kita sudah belajar dari pemilu sebelumnya," jelas Mashuri.

"Saya lihat pilkada bisa berjalan kondusif, damai, dan menyikapi jalan serta hasilnya secara dewasa," ungkapnya.

Soal sosok sendiri, dari NU sendiri menurut Mashuri belum memiliki pandangan.

Termasuk nama-nama yang diromorkan cocok sebagai bakal calon Walikota Surakarta selanjutnya.

"Bicara Solo ini, berarti bicara masalah dan tantangan solo hari ini dan kedepan, kedua masalah kriteria, siapa yang cocok," ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan kriteria pemimpin yang harus dipilih masyarakat Solo.

Menurutnya, pengalaman maupun kapasitas calon tersebut harus menejadi perhitungan.

Kemudian, sang calon harus memiliki integritas maupun punya waktu untuk Kota Solo.

Dengan begitu, masalah yang ada di Kota Bengawan diharapkan bisa rampung.

"Ini penting. Bukan masalah yang muda atau yang tua, tapi bisa menyelesaikan tantanganya," tegas Mashuri.

Solo sendiri, lanjut Mashuri, memiliki warisan 17 program prioritas yang menjadi warisan Gibran Rakabuming Raka.

Sehingga bagaimana calon pemimpin selanjutnya ini harus bisa menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung, serta melakukan maintenance dan eksistensi program yang sudah berjalan.

Hal itu harus dijaga sesuai dengan ekspetasi yang telah direncanakan pada periode sebelumnya.

"Domain pemimpin ini ada dua, pertama bisa membangun infrasturtur fisik dan karakter building non fisik," jelas Gibran.

"Dua-duanya ini harus dikolaborasikan pimpinan daerah sesuai dengan karakter daerah masing-masing," tuturnya.

Sebab, tiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda tergantung dengan basis komunitas serta karakter masyarakatnya

"Ini harus benar-benar dipahami. Sehingga kriteia yang cocok harus punya pengalaman, serta merupakan praktisi yang tahu betul Solo mau dibawa kemana,"

"Karena tidak bisa menggarap Solo hanya dengan mengandalkan APBD dan APBN. tentunya harus bisa berkolaborasi dengan stakeholder yang lain. Termasuk CSR-CSR yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut, masyarkat Solo ini merupakan masyarakat yang majemuk, dalam arti enam agama di Indonesia, ada penganutnya di Kota Bengawan.

Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan harus bisa merata, terutama kesejahteraan.

Hingga memiliki kemampuan untuk birokrasi diwilayah.

"Karena Solo masih butuh ditata lagi," pungkas Mashuri. (atn/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#pilkada #pcnu #pemimpin #solo