SOLOBALAPAN.COM - Warga Solo pasti tak asing dengan soto yang kerap dijumpai dan dijual di berbagai daerah.
Perpaduan antara nasi, sayur kol, kecambah, seledri, dan telur menjadi komponen yang menambah kenikmatan soto.
Apalagi harga soto relatif murah dan masih bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Nah, mungkin kalau hanya soto biasa nampak kurang menarik bukan? di Solo Raya sendiri terdapat warung soto yang unik karena berada di pinggir rel kereta api.
Warung soto tersebut tak jauh dari stasiun Gawok, tepatnya di Jl. Sanggung No.112, Dusun II, Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan kode pos 57557 ini memiliki view langsung kereta api.
Pengunjung dapat menikmati soto dengan keindahan view langsung rel kereta api. Di lokasi tersebut terdapat dua warung yang sama-sama menjual soto.
Perbedaannya adalah jenis sotonya, jika warung soto yang berada pas dari perempatan jalan tersebut menjual soto khas lamongan. Sedangkan sebelah warung soto lamongan tersebut menjual soto bening yang sering kita jumpai di Solo.
Hanya dengan merogoh kocek Rp 3.000 saja sudah bisa menyantap soto ini. Selain menu soto ada pula menu lainnya seperti ayam goreng dan pecel.
Gorengan yang dijual pun cukup murah hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 saja sudah bisa memakan tiga biji gorengan.
Sedangkan jika pada warung soto Lamongan menjual berbagai menu rawon dengan harga Rp 15.000, soto Lamongan Rp 8.000, sop Rp 7.000, dan sambel belut Rp 12.000.
Berbagai gorengan juga bisa menambah kenikmatan pada saat menyantap soto. Hanya dibandrol Rp. 1.000 saja sudah bisa menikmati satu biji gorengannya.
Berbagai minuman juga tersedia di warung ini, seperti es jeruk dengan harga Rp 3.000, es teh Rp 3.000, susu Rp 4.000 dan lain-lain.
"Aku hobinya masak, kebetulan suami sudah meninggal dan ingin punya kegiatan lain, jadi mutusin buat buka warung," ujar Martini (53) pada Sabtu (24/02).
Martini memutuskan untuk membuka warung soto Lamongan, karena ingin memiliki kegiatan setelah suaminya meninggal.
Omset perhari yang didapat bisa sampai Rp 1 juta hingga 2,5 juta.
Bisnis warung soto Lamongan ini sudah berjalan selama satu setengah tahun lamanya. (Mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia