SOLOBALAPAN.COM - Dengan beberapa kesalahan yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu 2024, sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Boyolali diharuskan melakukan pemungutan suara ulang.
Salah satunya adalah TPS 16 Desa Karanggeneng, Boyolali Kota.
Suasana di TPS Karanggeneng tampak lengang sekitar pukul 10.29 WIB.
Namun, tingkat partisipasinya sudah mencapai 70 persen, yakni 153 pemilih dari total 230 pemilih.
Antrian pemilih sudah terlihat sejak Minggu (18/2) pagi. Mereka mengantri untuk melakukan pemilihan ulang Presiden dan Wakil Presiden serta DPD RI.
Petugas KPPS TPS 16 Desa Karanggeneng, Agus Setiawan mengatakan partisipasi masyarakat dalam PSU ini cukup baik.
Ada total 230 pemilih dengan rincian 227 daftar pemilih tetap (DPT) dan tiga daftar pemilih tambahan (DPTb).
"Tingkat partisipasi bagus (PSU,Red) sampai pukul 10.29, surah 153 orang. Ya sudah 70 persen," jelasnya.
Sesuai dengan udangan yang sudah diberikan, pemungutan suara ini dibuka sampai pukul 13.53.
Sedangkan, pemilihan yang diulang hanya untuk surat suara Presiden dan Wakil Presiden serta DPD RI.
Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, mengatakan ada empat TPS yang melakukan PSU.
TPS-TPS tersebut adalah TPS 16 Karanggeneng, Boyolali; TPS 7 Mojolegi Kecamatan Teras; TPS 13 Urutsewu Kecamatan Ampel dan TPS 2 Kedunglengkong, Kecamatan Simo.
"Antusias masyarakat datang ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya itu sama dengan (saat) pemilihan," ungkap Widodo.
"Tidak ada perbedaan signifikan. Sehingga hak warga negara tersalurkan," jelasnya.
Pantauan dari Bawaslu, pelaksanaan PSU di TPS 16 Karanggeneng relatif lancar.
Partisipasi masyarakat yang datang juga sudah banyak.
Meskipun begitu, masih ada 30-an persen yang belum datang. (rgl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro