SOLOBALAPAN.COM – Banjir luweng menjadi salah satu permasalahan yang harus segera ditangani. Pasalnya luweng yang tersumbat bisa menyebabkan air kesulitan untuk mengalir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Sri Maryati juga menyebutkan bahwa banjir luweng ini adalah banjir yang khas. Banjir ini terjadi di kawasan wilayah karst.
Seperti pada wilayah Wonogiri bagian selatan yang merupakan wilayah karst.
Menurutnya, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk melakukan mitigasi atau pencegahan banjir luweng. Misalnya dengan melakukan pembersihan luweng dari sampah dan di area sekitarnya.
"Sampah-sampah itu bisa menyumbat air untuk bisa masuk ke luweng," terangnya baru-baru ini.
Selain itu, imbuh Sri Maryati, ada juga cara mitigasi banjir luweng secara struktural. Misalnya dengan merehabilitasi luweng. Dalam hal ini, pembuatan kawat bronjong di area mulut luweng.
"Jadi kawat ini nanti bisa menyaring sampah-sampah agar tidak masuk ke dalam luweng," kata Sri Maryati.
Diakui oleh Sri Maryati, banjir luweng kerap terjadi di wilayah selatan. Catatan koran ini, banjir luweng yang tersumbat pernah terjadi di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, hingga Giriwoyo. Bahkan, ada juga banjir luweng yang terjadi selama beberapa hari.
Sri Maryati juga menyebutkan, bahwa untuk saat ini masih musim pancaroba dan BMKG memperkirakan hujan di bulan Desember. Namun puncaknya nanti akan terjadi pada Februari 2024. (al/nik/nda)
Editor : Nindia Aprilia