SOLOBALAPAN.COM – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar penunjukan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah ajang baru, FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski rumor tersebut sudah beredar luas, Erick mengaku belum bisa memberikan pernyataan resmi karena PSSI masih mematangkan proses negosiasi host agreement bersama FIFA.
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan terobosan anyar dari FIFA yang rencananya bakal digelar pada 24 September hingga 3 Oktober 2026 mendatang.
Kompetisi ini menggunakan format dua divisi, di mana Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Divisi 1, sementara Hong Kong ditunjuk mengampu Divisi 2.
"Saya belum bisa komentar banyak karena kami masih sedang menegosiasikan host agreement. Karena waktunya mepet, kita coba negosiasi sedikit," ujar Erick, dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (1/8/2026).
"Kita tunggu saja hasil negosiasinya. Kalau semuanya sepakat, nanti FIFA yang akan mengumumkan secara resmi FIFA ASEAN di Indonesia. Walaupun saya tahu teman-teman media lebih cermat dari saya," sambungnya sembari tersenyum.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hajar Timor Leste 3-0, Shayne Pattynama: Mereka Beri Perlawanan Luar Biasa!
Hasil Drawing Divisi 1 dan Divisi 2 Bocor di Medsos
Sebelum pengumuman resmi dirilis, bocoran hasil undian (drawing) FIFA ASEAN Cup 2026 telah lebih dulu gempar di media sosial.
Berdasarkan bocoran yang beredar, Timnas Indonesia selaku tuan rumah Divisi 1 bakal menghuni Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B dihuni oleh Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Adapun pada Divisi 2, Hong Kong bertindak sebagai tuan rumah dan menghuni Grup A bersama Myanmar dan Brunei Darussalam. Sementara Grup B mempertemukan Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Tunggu Tanda Tangan Resmi Sebelum Bicara Target
Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menpora RI enggan berkomentar mengenai peta persaingan grup maupun kesiapan calon penampung lokasi pertandingan (venue).
Ia menegaskan baru akan membeberkan secara detail ke publik setelah dokumen kerja sama resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak.
"Saya belum bisa mengumumkan selama host agreement-nya belum ditandatangani. Jadi kalau sudah, baru kita bisa ketahui semuanya. Misalnya soal lokasi lapangannya di mana, itu kan nanti butuh persetujuan langsung dari FIFA," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : jawapos.com