ROMA, SOLOBALAPAN.COM – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia. Keputusan tersebut menjadi kejutan setelah Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan sebelumnya sempat dikaitkan dengan sejumlah nama besar seperti Andrea Pirlo dan Pep Guardiola.
Mancini kembali ke kursi pelatih Italia setelah meninggalkan jabatan tersebut pada Agustus 2023. Sebelumnya, ia menangani Gli Azzurri sejak 2018 hingga 2023 dan sukses mempersembahkan gelar Euro 2020 yang menjadi trofi terakhir Italia.
Kini, Mancini mendapat tugas berat untuk membangkitkan kembali Italia. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 membuat Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun harus absen dari pesta sepak bola terbesar dunia.
Baca Juga: Dulu Menikah Muda Terasa Wajar, Generasi Sekarang Cenderung Menunggu
Mancini Ingin Hapus Kekecewaan Masa Lalu
Kembalinya Mancini bukan tanpa alasan. FIGC membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman sekaligus pernah membawa Italia meraih kesuksesan.
Selama periode pertamanya, Mancini berhasil membangun kembali kekuatan Italia. Puncaknya terjadi pada Euro 2020 ketika Azzurri menjadi juara setelah mengalahkan Inggris melalui adu penalti di final.
Namun, perjalanan Mancini juga diwarnai kegagalan. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan kemudian kembali tidak mampu menembus Piala Dunia 2026.
Mancini kemudian meninggalkan Italia pada Agustus 2023 dan menerima tawaran menjadi pelatih Arab Saudi. Ia bertugas di negara tersebut hingga Oktober 2024 sebelum berpisah dengan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF).
Selama menangani Arab Saudi, Mancini gagal membawa tim tersebut meraih hasil maksimal. Ia akhirnya meninggalkan jabatan tersebut setelah performa mengecewakan pada fase awal kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kini, Mancini mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan dirinya bersama Italia.
Pelatih berusia 61 tahun itu dikabarkan memiliki ambisi besar untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
FIGC Sempat Incar Pirlo dan Guardiola
Sebelum akhirnya memilih Mancini, FIGC sempat mempertimbangkan sejumlah kandidat lain.
Andrea Pirlo sempat menjadi salah satu kandidat kuat. Namun, rencana tersebut akhirnya batal setelah muncul kontroversi terkait hubungan Pirlo dengan perusahaan taruhan asal Rusia. Kondisi tersebut turut memicu keluarnya Paolo Maldini dan Leonardo dari struktur FIGC.
Baca Juga: Mengenal Juru Langsir KAI, Pekerjaan di Balik Aman dan Tepat Waktunya Kereta Api
Sementara itu, upaya FIGC untuk mendapatkan Pep Guardiola juga tidak membuahkan hasil. Situasi tersebut membuat Presiden FIGC Giovanni Malagò akhirnya mengalihkan pilihan kepada Mancini.
Penunjukan Mancini diumumkan Malagò pada 28 Juli 2026 dalam rapat Dewan Federal FIGC.
Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknik
Mancini tidak akan bekerja sendirian. FIGC juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik menggantikan Paolo Maldini.
Ranieri memiliki pengalaman panjang di sepak bola Eropa dan pernah membawa Leicester City membuat sejarah dengan menjuarai Liga Inggris 2015/2016.
Kehadiran Ranieri diharapkan dapat membantu Mancini dalam membangun kembali struktur sepak bola Italia, termasuk pengembangan pemain dan arah teknis tim nasional.
Duet Mancini-Ranieri menjadi bagian dari upaya FIGC melakukan pembenahan setelah periode penuh gejolak.
Baca Juga: Perkembangan Tiket Kereta Api dari Kertas ke Digital
Dapat Dukungan dari CesFabregas
Kembalinya Mancini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak di sepak bola Italia.
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, termasuk sosok yang secara terbuka mendukung periode kedua Mancini bersama Azzurri.
Fabregas mengenal Mancini sejak masih berkarier di Manchester City. Menurutnya, Mancini merupakan pelatih sekaligus sosok yang memiliki kemampuan dalam menangani pemain.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa Mancini masih mendapatkan kepercayaan dari sejumlah figur sepak bola Italia meski masa terakhirnya bersama tim nasional berakhir dengan kontroversi.
Misi Mengembalikan Italia ke Piala Dunia
Tantangan terbesar Mancini adalah mengembalikan Italia ke Piala Dunia.
Setelah gagal lolos ke edisi 2018, 2022 dan 2026, Italia harus segera melakukan regenerasi dan membangun fondasi baru.
Mancini sendiri pernah membuktikan mampu mengubah Italia dari tim yang sedang terpuruk menjadi juara Eropa. Kini, tantangannya jauh lebih besar: mengembalikan Azzurri ke Piala Dunia dan mengembalikan kejayaan sepak bola Italia.
Debut periode keduanya bersama Italia dijadwalkan menghadapi Belgia pada 25 September dalam ajang UEFA Nations League di Roma.
Mancini memiliki waktu untuk membangun skuad baru. Fokusnya bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi juga memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain muda Italia agar mendapatkan menit bermain dan berkembang di level klub. (an)
Jika mampu mengulangi keberhasilannya pada periode pertama, kembalinya Mancini bisa menjadi awal kebangkitan Italia setelah bertahun-tahun terpuruk.
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com