Leandro Paredes Diusir Usai Laga, Ricuh Final Piala Dunia 2026 Curi Perhatian, ini Penyebabnya

Andi Aris Widiyanto • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:45 WIB
Leandro Paredes menerima kartu merah usai pertandingan final Piala Dunia 2026 setelah terlibat kericuhan dengan pemain Spanyol. (Dok. Leandro Paredes)
Leandro Paredes menerima kartu merah usai pertandingan final Piala Dunia 2026 setelah terlibat kericuhan dengan pemain Spanyol. (Dok. Leandro Paredes)

SOLOBALAPAN.COM – Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan kekecewaan, tetapi juga diwarnai insiden panas setelah peluit panjang dibunyikan. Gelandang bertahan Leandro Paredes harus menerima kartu merah usai terlibat keributan dengan sejumlah pemain Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) waktu setempat.

Argentina sebelumnya harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Ketegangan yang telah berlangsung sepanjang pertandingan memuncak sesaat setelah laga berakhir.

Terlibat Kontak Fisik dengan Dua Pemain Spanyol

Baca Juga: Stasiun Kedungjati, Simpul Bersejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

Menurut laporan pertandingan, Paredes terlibat adu fisik dengan bek serbabisa Spanyol Eric Garcia. Gelandang berusia 32 tahun itu terlihat mendorong sekaligus mencekik lawannya di tengah kerumunan pemain.

Situasi semakin memanas ketika Paredes juga terlibat insiden dengan gelandang Spanyol Gavi, yang terjatuh saat keributan berlangsung. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari para pemain La Roja hingga kedua kubu saling berhadapan di tengah lapangan.

Beruntung, aparat keamanan serta ofisial kedua tim segera turun tangan sehingga kericuhan tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.

Scaloni Turun Tangan Redakan Situasi

Pelatih Argentina Lionel Scaloni bersama staf pelatih, termasuk Walter Samuel dan Roberto Ayala, terlihat langsung memasuki lapangan untuk menenangkan para pemain.

Meski keributan berhasil diredam, wasit tetap mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kepada Leandro Paredes karena dinilai melakukan tindakan tidak sportif setelah pertandingan selesai.

Insiden tersebut menjadi penutup yang kurang menyenangkan bagi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya Albiceleste juga harus bermain dengan 10 pemain pada akhir pertandingan akibat kartu merah Enzo Fernandez.

Baca Juga: Kuliner Jadul Legondo, Jajanan Tradisional yang Kian Sulit Ditemui di Pasar Tradisional

Wayne Rooney: Sangat Memalukan

Aksi Paredes mendapat sorotan tajam dari mantan kapten Timnas Inggris, Wayne Rooney, yang bertugas sebagai pandit selama Piala Dunia 2026.

Rooney menilai tindakan gelandang Argentina itu tidak mencerminkan sikap seorang pemain yang pernah menjadi juara dunia.

"Memalukan melihat kejadian seperti itu setelah pertandingan selesai. Seseorang yang pernah menjadi juara Piala Dunia seharusnya bisa menunjukkan sikap yang lebih baik," ujar Rooney kepada BBC Sport.

Komentar tersebut menambah derasnya kritik terhadap perilaku para pemain Argentina pada laga final yang berlangsung dalam tensi tinggi.

Final yang Berakhir dengan Emosi

Pertandingan final Piala Dunia 2026 memang berlangsung keras sejak menit awal. Spanyol dan Argentina sama-sama tampil agresif demi merebut gelar juara dunia.

Baca Juga: On This Day: 12 Hal yang Terjadi pada 21 Juli, Erling Haaland Lahir hingga Hari Junk Food Nasional

Namun, setelah gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan kemenangan La Roja, frustrasi mulai terlihat di kubu Argentina. Kekalahan tipis tersebut memicu emosi beberapa pemain hingga berujung pada insiden pascalaga.

Bagi Leandro Paredes, kartu merah setelah peluit akhir menjadi catatan pahit dalam karier internasionalnya. Sementara bagi Argentina, kericuhan tersebut semakin memperburuk akhir perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah gagal mempertahankan gelar yang diraih empat tahun sebelumnya. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Final Piala Dunia Leadro Paredes spanyol argentina piala dunia 2026