SOLOBALAPAN.COM – Duet maut Lamine Yamal dan Nico Williams kembali membuktikan diri sebagai salah satu pasangan paling berbahaya di sepak bola dunia. Setelah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024, keduanya kembali menjadi motor permainan La Roja hingga sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Pada laga final melawan Argentina di MetLife Stadium, Minggu (20/7/2026) waktu setempat, Spanyol menang dramatis 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Meski bukan pencetak gol, kontribusi Yamal dan Williams sepanjang turnamen menjadi salah satu faktor terbesar keberhasilan tim asuhan Luis de la Fuente.
Julukan "El Hermano" yang melekat pada keduanya kembali bergema. Chemistry luar biasa antara Yamal dan Williams menjadi senjata utama Spanyol dalam menembus pertahanan lawan, sama seperti saat mereka membawa negaranya menjadi kampiun Eropa dua tahun lalu.
El Hermano Kembali Jadi Andalan
Di final Piala Dunia 2026, Nico Williams dimainkan sebagai pemain pengganti menggantikan Alex Baena pada menit ke-75. Kehadirannya langsung memberi warna baru bagi serangan Spanyol.
Williams bahkan terlibat dalam proses terciptanya gol kemenangan Ferran Torres pada menit ke-106. Setelah pertandingan, pemain Athletic Bilbao itu mengaku sangat bersyukur dapat berkontribusi dalam momen terbesar kariernya.
"Saya telah melewati masa-masa sulit. Kini akhirnya saya mendapatkan kesempatan bermain di final dan membantu tim menjadi juara. Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya," ungkap Williams.
Sepanjang turnamen, Williams memang lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan karena baru pulih dari cedera. Namun di partai final ia tampil selama 45 menit—durasi terpanjangnya di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Lamine Yamal kembali menjadi pilihan utama di sisi kanan serangan. Meski mendapat pengawalan ketat pemain Argentina, bintang muda Barcelona tersebut tetap mampu membuka ruang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Ferran Torres Bungkam Kritik
Selain El Hermano, Ferran Torres menjadi sosok yang paling disorot usai laga final. Penyerang Barcelona itu mencetak satu-satunya gol yang memastikan Spanyol menjadi juara dunia.
Gol tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai kritik yang sempat diarahkan kepadanya sepanjang turnamen. Ferran mengaku tetap percaya diri meski sering diragukan.
"Saya hanya berusaha tetap bekerja keras. Dukungan dari keluarga, rekan setim, dan pelatih membuat saya terus percaya pada kemampuan sendiri," ujar Ferran.
Pelatih Luis de la Fuente juga memberikan pujian kepada pemain berusia 26 tahun itu. Menurutnya, Ferran selalu menunjukkan mentalitas kuat meski tidak selalu menjadi pilihan utama.
Sentuhan Barcelona Warnai Kesuksesan La Roja
Baca Juga: Niat Berendam karena Gerah, Remaja 19 Tahun Terseret Arus Bengawan Solo di Sragen
Keberhasilan Spanyol kembali menjuarai dunia juga tidak lepas dari dominasi para pemain Barcelona di skuad La Roja.
Dalam susunan pemain Spanyol terdapat sejumlah nama yang berasal dari akademi maupun tim utama Blaugrana, seperti Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Dani Olmo, Ferran Torres hingga Lamine Yamal.
Pelatih Luis de la Fuente menilai kebersamaan para pemain Barcelona memudahkan proses membangun permainan tim nasional.
"Hubungan yang sudah terjalin di klub memberi keuntungan besar bagi tim nasional. Mereka memahami satu sama lain sehingga permainan menjadi lebih efektif," katanya.
Messi Tutup Karier Piala Dunia dengan Rekor Gemilang
Di kubu Argentina, final ini menjadi panggung terakhir Lionel Messi di Piala Dunia. Meski gagal membawa Albiceleste mempertahankan gelar, kapten berusia 39 tahun itu tetap menorehkan catatan luar biasa sepanjang kariernya.
Messi mengakhiri perjalanan Piala Dunia dengan sederet rekor yang sulit ditandingi:
- Bermain dalam 6 edisi Piala Dunia.
- Tampil di 34 pertandingan, terbanyak sepanjang sejarah.
- Mencetak 33 gol.
- Menorehkan 23 kemenangan.
- Mengoleksi 17 kontribusi gol di fase gugur.
- Mencatat 12 assist, terbanyak dalam sejarah turnamen.
- Bermain selama lebih dari 3.000 menit di Piala Dunia.
Baca Juga: Bambang Riyadi : Menjaga Napas Wayang Kulit dari Kepuhsari Wonogiri Hingga Manca Negara
Meski harus puas dengan medali perak pada edisi 2026, warisan Messi sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola tetap tak terbantahkan.
Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus menegaskan hadirnya generasi emas baru La Roja. Dengan Yamal, Nico Williams, Pedri, hingga Cubarsi yang masih berusia muda, Spanyol berpeluang mempertahankan dominasinya di pentas sepak bola internasional dalam beberapa tahun ke depan. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com