Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menang Adu Penalti, Swiss Ukir Sejarah Meski Jalani Laga Paling Membosankan di Piala Dunia 2026

Andi Aris Widiyanto • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:34 WIB
Swiss mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti 4-3. (Dok. Granit Xhaka)
Swiss mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti 4-3. (Dok. Granit Xhaka)

SOLOBALAPAN.COM – Timnas Swiss berhasil mencatat sejarah dengan melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti 4-3 dalam laga babak 16 besar di BC Place, Vancouver, Selasa (8/7/2026) waktu setempat.

Meski berakhir dengan kemenangan dramatis, pertandingan tersebut justru mendapat sorotan karena minim peluang berbahaya dan dinilai sebagai salah satu laga paling membosankan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Kedua tim tampil sangat hati-hati sejak peluit awal dibunyikan. Swiss dan Kolombia sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih sehingga pertandingan berjalan monoton selama 120 menit.

Baca Juga: Argentina Lolos Dramatis, Gol Mustofa Ziko Dianulir VAR dan Picu Kontroversi di Piala Dunia 2026

Swiss hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran pada menit ke-32. Di sisi lain, Kolombia juga gagal menembus rapatnya lini pertahanan Swiss yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Jadi Laga Minim Peluang

Berdasarkan data ESPN, duel Swiss kontra Kolombia menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah peluang paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia modern.

Total expected goals (xG) kedua tim selama 90 menit hanya mencapai 0,7, menjadikannya salah satu angka terendah sejak pencatatan statistik dilakukan pada 1966.

Minimnya kreativitas di lini serang membuat pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti, di mana Swiss tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan 4-3.

Murat Yakin Puji Mentalitas Pemain

Baca Juga: Mbappe vs Hakimi! Duel Sahabat Warnai Semifinal Piala Dunia 2026, Deschamps Siapkan Pengawal Khusus

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga konsentrasi hingga adu penalti.

Menurutnya, keberhasilan lolos ke delapan besar bukan semata karena kualitas permainan, melainkan mentalitas dan kerja keras seluruh pemain.

"Kami membutuhkan perjuangan, kecerdasan, dan kesabaran. Pada akhirnya kami berhasil mematahkan kutukan adu penalti. Saya sangat bahagia untuk para pemain, staf, dan seluruh pendukung kami," ujar Yakin.

Kapten Swiss, Granit Xhaka, juga menegaskan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada mental juang yang tidak pernah menyerah.

"Kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Kekuatan itulah yang membawa kami meraih kemenangan dan menciptakan sejarah," kata Xhaka.

Akhiri Penantian Puluhan Tahun

Baca Juga: Bikin Petugas Bersorak! Lemari Kayu Restoran Cipete Digeser, Brankas Hitam Tertanam di Balik Dinding Berisi Tumpukan Dolar

Keberhasilan menembus perempat final menjadi pencapaian bersejarah bagi Swiss. Ini merupakan kali pertama mereka mencapai delapan besar Piala Dunia sejak tampil sebagai tuan rumah pada edisi 1954.

Kini, tantangan lebih berat sudah menanti. Swiss dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina pada laga perempat final yang akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026).

Dengan kepercayaan diri yang tengah meningkat, Swiss berharap mampu melanjutkan kejutan mereka sekaligus menjaga mimpi mencetak sejarah lebih besar di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Heboh Temuan Rp67,2 Miliar di Cipete Diduga Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah, Ini Fakta Penggeledahan hingga Rumah Dijaga Ketat TNI

Fakta Pertandingan

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Kolumbia #babak 16 besar #adu penalti #swiss #piala dunia 2026