SOLOBALAPAN.COM – Kegagalan Timnas Portugal melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tak lama setelah Selecao das Quinas disingkirkan Spanyol di babak 16 besar, pelatih Roberto Martinez resmi mengumumkan pengunduran dirinya.
Keputusan tersebut mengakhiri masa jabatan Martinez yang dimulai pada Januari 2023. Meski sempat membawa Portugal tampil impresif di sejumlah pertandingan, pelatih asal Spanyol itu gagal memenuhi ekspektasi besar untuk mengantar tim meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah.
Pengumuman mundurnya Martinez juga menguatkan pernyataan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, yang sebelumnya mengisyaratkan adanya perubahan besar di tim nasional.
Baca Juga: Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Makin Protektif Dampingi Sang Istri
"Aku sudah mencoretnya sebelum Piala Dunia. Jadi, kabar itu tidak mengejutkanku," ujar Ronaldo seperti dikutip dari Mais Futebol.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kemungkinan telah mengambil keputusan mengenai masa depan Martinez bahkan sebelum turnamen berakhir.
Serahkan Keputusan kepada Federasi
Dalam pernyataan resminya, Martinez mengaku menghormati keputusan Federasi Sepak Bola Portugal dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan selama melatih tim nasional.
"Presiden FPF Pedro Proenca berhak memilih siapa pun pelatih yang dianggap layak. Saya berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya," ujar Martinez.
Pelatih berusia 71 tahun itu memilih mundur di tengah sorotan tajam setelah Portugal kembali gagal menembus fase akhir turnamen besar.
Dinilai Menyia-nyiakan Generasi Emas Portugal
Baca Juga: Hanya Dijatuhi Sanksi Teguran, Korban Dugaan Pelecehan Oknum Camat di Boyolali Mengaku Kecewa
Kepergian Martinez justru diiringi kritik keras dari sejumlah pengamat sepak bola Portugal. Ia dinilai gagal mengoptimalkan salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki negara tersebut.
Portugal saat ini diperkuat sederet pemain bintang seperti Vitinha, Joao Neves, Bruno Fernandes, Rafael Leao, Bernardo Silva, hingga Diogo Costa, yang dipandang sebagai fondasi kuat menuju era baru pasca-Cristiano Ronaldo.
Banyak kalangan menilai kualitas individu para pemain tidak sebanding dengan performa kolektif yang ditampilkan Portugal di bawah arahan Martinez.
Kritik dari Ricardo Quaresma
Mantan pemain Portugal Ricardo Quaresma menjadi salah satu sosok yang paling lantang mengkritik kepemimpinan Martinez.
Menurutnya, pelatih asal Spanyol itu gagal membangun identitas permainan Portugal meski memiliki materi pemain berkualitas.
"Sejak kedatangannya, saya belum pernah melihat Portugal bermain bagus. Dia sudah mencoba banyak taktik, tetapi tidak satu pun benar-benar berhasil," kata Quaresma seperti dikutip dari Diario AS.
Quaresma juga menilai pendekatan taktik Martinez terlalu monoton sehingga sulit mengeluarkan potensi maksimal para pemain.
Bayang-Bayang Kegagalan di Belgia
Kritik terhadap Martinez semakin tajam karena Portugal bukan tim pertama yang dianggap gagal berkembang di bawah asuhannya.
Sebelumnya, saat menangani Belgia, Martinez juga disebut tidak mampu membawa generasi emas Belgia yang dihuni pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, dan Vincent Kompany meraih gelar bergengsi.
Kini, sejarah serupa dinilai kembali terulang bersama Portugal.
Jorge Jesus Difavoritkan Jadi Pengganti
Sejumlah media Portugal menyebut mantan pelatih Al Nassr, Jorge Jesus, menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Roberto Martinez.
Pelatih berpengalaman itu dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan filosofi sepak bola Portugal serta diyakini mampu memaksimalkan potensi generasi muda menjelang Piala Dunia 2030, di mana Portugal akan menjadi salah satu tuan rumah.
Dengan regenerasi pemain yang sedang berada di puncak, Federasi Sepak Bola Portugal diharapkan segera menunjuk pelatih baru agar Selecao das Quinas mampu kembali bersaing di level tertinggi dan tidak kembali kehilangan kesempatan emas bersama skuad bertabur bintang. (ren/dns/an)