BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Persebi Boyolali gagal mengamankan kemenangan pada laga perdana Grup U babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Rabu (10/6/2026), Laskar Pandanarang harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Wamena United dengan skor 1-1.
Hasil tersebut membuat Persebi kehilangan kesempatan meraih poin penuh meski sempat tampil dominan pada awal pertandingan. Laga juga berlangsung dalam tensi tinggi dengan sejumlah insiden yang memicu ketegangan antarpemain kedua tim.
Situasi sempat memanas ketika pemain dari kedua kesebelasan terlibat aksi saling provokasi yang berujung pada keluarnya kartu merah bagi masing-masing tim.
Baca Juga: Pendaftar SPMB SMP Negeri di Sukoharjo Tembus 8.130, Jalur Domisili Paling Diminati
Indriyanto Kritik Kepemimpinan Wasit
Pelatih Persebi Boyolali, Indriyanto Nugroho, mengaku cukup puas dengan penampilan para pemainnya. Namun, mantan striker Timnas Indonesia itu menilai kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut jauh dari harapan.
Menurutnya, pertandingan berjalan menarik dengan kedua tim menampilkan permainan yang kompetitif. Meski demikian, beberapa keputusan pengadil lapangan dianggap merugikan Persebi.
"Pertandingan cukup bagus. Tapi jujur, kepemimpinan wasit menurut saya kurang seperti yang kita harapkan. Banyak hal yang seharusnya kita dapat sesuatu, tetapi ya sudah, ini sepak bola," ujar Indriyanto seusai pertandingan.
Pertanyakan Kartu Merah dan Regulasi Pemain Lawan
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026: Persebaya Berpisah dengan 10 Pemain, Borneo FC Rombak Skuad
Selain menyoroti kepemimpinan wasit secara umum, Indriyanto juga mempertanyakan proses keluarnya kartu merah yang diterima pemain Persebi, Ilham Tri Ario Lopez.
Menurutnya, hingga pertandingan berakhir dirinya belum mendapatkan penjelasan yang memadai dari perangkat pertandingan terkait alasan pasti kartu merah tersebut diberikan.
Tak hanya itu, Indriyanto juga menyinggung situasi yang melibatkan pemain Wamena United bernomor punggung 27, Yan Sama. Ia mengaku mempertanyakan regulasi pertandingan setelah pemain tersebut sempat keluar lapangan namun kemudian kembali bermain.
"Saya juga tidak tahu kartu merah itu dari mana. Saya terus menanyakan kepada wasit. Nomor 27 sempat keluar lalu masuk lagi. Saya tanyakan regulasinya bagaimana, tetapi tidak ada jawaban," ujarnya.
Meski kecewa dengan sejumlah keputusan yang terjadi di lapangan, Indriyanto memilih menerima hasil pertandingan dan mengalihkan fokus ke laga berikutnya.
"Namun inilah sepak bola, hasil ini tetap kami terima. Yang penting kami tidak kalah dan akan memaksimalkan dua pertandingan berikutnya," imbuhnya.
Baca Juga: Dibintangi Emma Thompson, Ini Fakta Menarik Film Thriller Dead Of Winter
Kapten Persebi Sebut Mental Pemain Sempat Terganggu
Senada dengan sang pelatih, kapten Persebi Boyolali, Wahyu Hendra, menilai seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.
Menurutnya, skuad Laskar Pandanarang tampil penuh semangat untuk mengamankan kemenangan perdana di fase 32 besar. Namun, beberapa keputusan wasit dinilai memengaruhi ritme permainan dan mental pemain di lapangan.
"Dari segi permainan anak-anak sudah all in semua. Beberapa momen memang terkendala oleh wasit. Saat kami protes langsung ditegur, sehingga mental pemain sempat turun lagi," ujar Wahyu.
Meski gagal meraih kemenangan, Wahyu menegaskan seluruh pemain telah sepakat untuk segera melupakan hasil tersebut dan fokus menghadapi dua pertandingan tersisa di Grup U.
Fokus Kejar Tiket Babak Berikutnya
Hasil imbang melawan Wamena United membuat peluang Persebi Boyolali untuk lolos ke babak selanjutnya masih terbuka lebar. Namun, Laskar Pandanarang wajib memaksimalkan dua laga tersisa agar dapat bersaing memperebutkan tiket ke fase berikutnya.
Dengan dukungan suporter dan performa yang dinilai cukup menjanjikan pada laga pembuka, Persebi masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan mereka di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. (hj/an)