SOLOBALAPAN, SEPAK BOLA — Klub promosi Garudayaksa FC langsung bergerak cepat dalam bursa transfer menjelang bergulirnya kasta tertinggi kompetisi domestik, Super League.
Tidak tanggung-tanggung, sang juara Championship ini membidik dua pilar berlabel Timnas Indonesia sekaligus, yakni Pratama Arhan dan Witan Sulaeman.
Langkah berani manajemen ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kekuatan lokal yang solid.
Selain mendongkrak performa tim, memulangkan para penggawa luar negeri diprediksi menjadi poros utama untuk mengembalikan menit bermain reguler bagi sang pemain.
Berpeluang Reuni di Klub yang Sama
Spekulasi mengenai kepindahan dua bintang muda ini pertama kali mencuat melalui unggahan informasi dari sejumlah akun sepak bola nasional di media sosial.
"BREAKING: Pratama Arhan (LB/24th) dikabarkan bakal bergabung dengan klub promosi, Garudayaksa FC. Musim ini Arhan bermain di Thai League," tulis akun @gosball.
"Witan dan Arhan berpeluang untuk bermain di klub yang sama," sambung akun @pemain.keduabelass.
Perbandingan Situasi Transfer Arhan dan Witan
| Komponen Analisis | Pratama Arhan | Witan Sulaeman |
| Klub Saat Ini | Bangkok United (Liga Thailand) | Tim Ibu Kota (Super League) |
| Status Transfer | Opsi Tebusan / Buyout (Kontrak hingga pertengahan 2027) | Bebas Transfer / Gratis (Kontrak segera kedaluwarsa) |
| Statistik Musim Ini | 15 Pertandingan (Sempat terkendala cedera lutut) | 19 Pertandingan, 1 Gol, 4 Assists |
| Status di Timnas | Terakhir dipanggil pada era Shin Tae-yong sebelumnya | Aktif dalam pemusatan latihan jelang Piala AFF 2026 |
Tantangan Finansial dan Misi Mengembalikan Sentuhan Terbaik
Upaya mendatangkan Pratama Arhan dipastikan bakal menguras isi dompet manajemen Garudayaksa FC lebih dalam.
Pasalnya, bek kiri berusia 24 tahun tersebut masih terikat komitmen profesional bersama kontestan Liga Thailand, Bangkok United, hingga pertengahan tahun depan. Jika ingin memboyongnya, Garudayaksa FC wajib melayangkan proposal tebusan resmi.
Keputusan merapat ke Garudayaksa FC otomatis akan menyudahi pengembaraan panjang Arhan di luar negeri sejak 2022, setelah sebelumnya sempat membela Tokyo Verdy (Jepang) dan Suwon FC (Korea Selatan).
Sementara untuk Witan Sulaeman, Garudayaksa FC berpeluang besar mengamankan jasanya secara gratis pada jendela transfer musim panas ini karena masa baktinya yang segera habis.
Situasi finansial yang menguntungkan ini membuat manajemen dapat mengalihkan anggaran untuk memenuhi permintaan fasilitas atau bonus demi mendongkrak produktivitas lini depan.
Penurunan menit bermain di luar negeri serta fluktuasi performa di liga domestik menjadi alasan utama bagi kedua pemain untuk mencari atmosfer baru.
Bermain secara reguler di klub sekalas Garudayaksa FC diharapkan menjadi opsi paling realistis untuk mengembalikan performa terbaik mereka, sekaligus membuka kembali pintu pemanggilan ke skuad Garuda di masa depan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo