JAYAPURA, SOLOBALAPAN.COM – Mimpi Persipura Jayapura untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus kembali tertunda.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, tim berjuluk Mutiara Hitam justru tumbang 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi Super League, Jumat sore.
Atmosfer stadion yang sejak awal penuh optimisme berubah menjadi sunyi setelah Adhyaksa FC mencuri gol pada masa injury time babak pertama.
Baca Juga: Pemuda Asal Sragen di Taiwan Mengaku Diburu, Diduga Tahu Aktivitas Gembong Narkoba
Striker asing Adhyaksa, Adilson Silva, menjadi mimpi buruk bagi Persipura setelah sukses menjebol gawang tuan rumah pada menit ke-45+1.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Sepanjang babak kedua, Persipura mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun rapatnya lini pertahanan Adhyaksa FC membuat upaya Boaz Solossa dan kolega selalu menemui jalan buntu.
Kekalahan ini langsung memicu kekecewaan besar dari para suporter yang memadati stadion. Situasi sempat memanas hingga sesi konferensi pers tertunda karena kondisi dinilai belum kondusif.
Harapan besar publik Papua untuk melihat Persipura kembali berlaga di level tertinggi pun kembali pupus.
Melalui akun Instagram resminya, manajemen Persipura menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia mereka.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Sisir Anak Bengawan Solo Cari Pemuda Hilang di Sragen
“Perjalanan kami musim ini berakhir hari ini. Mohon maaf semuanya,” tulis pihak klub dalam unggahan resmi beberapa saat setelah pertandingan usai.
Hasil tersebut membuat Persipura harus kembali bertahan di kasta kedua sepak bola nasional untuk musim keempat secara beruntun sejak terdegradasi pada musim 2021-2022. Situasi ini menjadi ironi besar bagi klub yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Sebagai catatan, Persipura Jayapura merupakan salah satu klub tersukses di Indonesia dengan koleksi empat gelar Liga Indonesia. Dominasi mereka pernah menjadi simbol kejayaan sepak bola Papua di level nasional. Namun dalam beberapa musim terakhir, Mutiara Hitam terus berjuang keluar dari keterpurukan.
Kegagalan promosi musim ini dipastikan menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen, pelatih, hingga pemain.
Baca Juga: Jenny Han Beri Peringatan Keras Penggemar The Summer I Turned Pretty: Jangan Datangi Lokasi Syuting!
Dukungan fanatik suporter Papua yang tetap memenuhi Stadion Lukas Enembe menunjukkan bahwa loyalitas terhadap Persipura belum pernah padam, meski prestasi tim sedang menurun.
Kini, Persipura kembali dihadapkan pada pertanyaan besar: kapan Mutiara Hitam benar-benar bangkit dan kembali bersinar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia? (an)