SOLOBALAPAN, SEPAK BOLA — Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, memberikan pernyataan mengejutkan terkait perjalanan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pelatih berkebangsaan Australia tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa Timnas Indonesia telah diperlakukan tidak adil atau "dizalimi" oleh AFC selama putaran keempat.
Pernyataan ini muncul saat Arnold mengenang kembali keberhasilan Irak menembus putaran final Piala Dunia 2026 setelah melalui perjuangan panjang, termasuk mengalahkan Bolivia di babak play-off antarkonfederasi pada Maret 2026 lalu.
Soroti Ketidakadilan Penunjukan Tuan Rumah
Dalam wawancara di kanal YouTube The Howie Games, Graham Arnold mengungkapkan keheranannya terhadap perubahan aturan mendadak yang dilakukan AFC terkait lokasi pertandingan putaran keempat.
Awalnya, babak tersebut dijanjikan akan digelar di tempat netral.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026, Pemanasan Krusial Jelang Piala AFF 2026
Namun, kenyataan di lapangan justru berbeda.
Arab Saudi ditunjuk sebagai tuan rumah grup yang dihuni oleh Irak dan Indonesia, meski secara peringkat FIFA saat itu, posisi Arab Saudi berada di bawah Qatar dan Irak.
"Saya harus mengatakan saya merasa sangat kasihan pada Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Kami diberitahu play-off itu akan diadakan di tempat netral, tapi tiba-tiba dua tim peringkat tertinggi menjadi tuan rumah, dan entah bagaimana Arab Saudi yang menjadi tuan rumah grup tersebut," jelas Arnold.
Jadwal yang "Membunuh" Skuad Garuda
Selain lokasi, Arnold juga menyoroti jadwal pertandingan yang sangat merugikan tim asuhan Shin Tae-yong.
Menurutnya, waktu istirahat yang diberikan kepada Indonesia sangat minim dibandingkan dengan tim tuan rumah.
-
Senin/Selasa: Pemain Indonesia baru tiba di lokasi.
-
Rabu Malam: Indonesia harus langsung bertanding melawan Arab Saudi (Kalah 2-3).
-
Sabtu Malam: Indonesia kembali bertanding melawan Irak (Kalah 0-1).
"Indonesia datang pada Senin, beberapa pemain Selasa, dan mereka harus bermain Rabu malam melawan Arab Saudi. Sementara Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam atau tujuh hari. Itu benar-benar play-off yang tidak adil bagi mereka," tambah mantan pelatih Timnas Australia tersebut.
Dampak bagi Indonesia
Akibat jadwal yang padat dan faktor kelelahan, perjalanan Jay Idzes dkk harus terhenti di fase tersebut setelah finis sebagai juru kunci Grup B.
Di sisi lain, Irak berhasil melaju ke putaran kelima, menyingkirkan UEA, hingga akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off global.
Pernyataan Arnold ini kembali memicu diskusi hangat di kalangan pencinta sepak bola Asia mengenai transparansi dan netralitas AFC dalam mengatur jadwal serta penunjukan tuan rumah di turnamen-turnamen krusial.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo