SOLOBALAPAN, BANDUNG — Langkah Persib Bandung dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026 harus sedikit tersendat.
Maung Bandung dipaksa berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026).
Meski tetap kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 65 poin, posisi Persib kini mulai rawan. Mereka hanya terpaut dua angka dari Borneo FC yang setia menempel di posisi runner-up.
Dengan enam laga tersisa, satu kesalahan kecil bisa menjadi petaka bagi ambisi juara tim kebanggaan Bobotoh ini.
Evaluasi Lini Pertahanan yang "Lengah"
Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa lini belakang. Ia menyoroti proses terjadinya dua gol lawan yang dicetak oleh Alex Martins (24’) dan Ricky Kambuaya (61’).
Menurut Hodak, gol-gol tersebut berawal dari kesalahan komunikasi yang seharusnya tidak terjadi di level profesional.
"Pertahanan kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Gol pertama, kami berhenti bermain karena mengira bola keluar," sesal Hodak.
Kelengahan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Alexis Messidoro untuk mengirim umpan matang kepada Alex Martins yang berdiri bebas.
Beruntung, Persib mendapatkan keuntungan setelah pencetak gol lawan, Alex Martins, diganjar kartu merah pada menit ke-60.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan Persib untuk mengurung pertahanan lawan hingga akhirnya Thom Haye (77’) dan Andrew Jung (86’) berhasil menyelamatkan wajah Persib dari kekalahan.
Analisis 6 Laga "Final" Menuju Juara
Persib kini memasuki fase paling krusial musim ini.
Dari sisa pertandingan yang ada, Maung Bandung akan menghadapi lawan-lawan dengan karakter yang sangat berbeda.
Fokus dan konsistensi menjadi syarat mutlak jika ingin tetap berada di takhta tertinggi hingga akhir musim.
Jadwal laga sisa Persib Bandung meliputi pertemuan melawan Arema FC (24/4), Bhayangkara FC (30/4), PSIM Yogyakarta (4/5), hingga laga klasik sarat gengsi melawan Persija Jakarta pada 10 Mei mendatang.
Dua laga terakhir akan ditutup dengan menghadapi PSM Makassar (17/5) dan menjamu Persijap Jepara (23/5).
Secara penyerangan, Hodak menilai timnya masih berada di jalur yang benar. Namun, penyelesaian akhir dan penguasaan emosi saat tertinggal harus ditingkatkan.
Mengingat Borneo FC terus memberikan tekanan, Persib praktis tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan konyol lagi di pertandingan-pertandingan mendatang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo