SOLOBALAPAN, BANTEN — Dunia sepak bola Indonesia kembali dinodai oleh ulah tidak terpuji oknum suporter di jagat maya.
Gelandang andalan Timnas Indonesia sekaligus pemain Dewa United, Ricky Kambuaya, dilaporkan menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial tepat setelah pertandingan sengit melawan Persib Bandung.
Kabar memprihatinkan ini mulai mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun X @GIBOLofficial pada Selasa (21/4/2026).
Serangan terhadap pemain asal Sorong, Papua ini dinilai sudah melewati batas karena tidak hanya menyasar akun pribadi sang pemain, tetapi juga merambah ke kegiatan sosial yang ia bina.
Serangan Melebar ke Kompetisi Usia Dini
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum netizen mulai melancarkan komentar negatif bernada rasis sesaat setelah laga pekan ke-28 berakhir.
Mirisnya, para pelaku juga menyasar akun Instagram RK U-17 League, sebuah liga kelompok umur di Sorong yang selama ini disponsori dan didukung penuh oleh Kambuaya sebagai bentuk kepeduliannya pada pembinaan usia muda.
"Setelah laga Dewa United vs Persib, akun media sosial Ricky Kambuaya kena serangan rasis, tak hanya sampai di situ mereka pun menyasar ke akun kompetisi usia muda yang disponsori olehnya. KACAU!!!" tulis keterangan dalam unggahan akun GIBOLofficial tersebut.
Jawaban Berkelas Ricky Kambuaya
Dalam salah satu unggahannya, Kambuaya sempat menampilkan beberapa komentar rasis yang menyamakan dirinya dengan hewan.
Meski menerima hinaan yang sangat menyakitkan dan merendahkan martabat, pemain berusia 29 tahun ini justru memberikan respons yang sangat tenang namun menohok bagi para pelaku.
“Masih kurang rasisnya, ayoo tambah lagi Sodaraku,” tulis Ricky Kambuaya dalam unggahannya sebagai bentuk sindiran balik kepada para pelaku yang masih menggunakan cara-cara primitif dalam mengkritik pemain di media sosial.
Drama Lapangan di Balik Kericuhan Medsos
Ketegangan di media sosial ini disinyalir merupakan buntut dari jalannya pertandingan di Banten International Stadium yang berakhir imbang 2-2.
Dewa United sebenarnya sempat memegang kendali laga lewat gol Alex Martins Ferreira (24’) dan sontekan Ricky Kambuaya sendiri pada menit ke-61.
Namun, situasi berbalik setelah Alex Martins menerima kartu merah.
Persib Bandung yang unggul jumlah pemain berhasil memperkecil ketertinggalan lewat penalti Thom Haye pada menit 77, sebelum akhirnya Andrew Jung menyelamatkan Maung Bandung dari kekalahan lewat gol sundulan di menit ke-86.
Sayangnya, tensi tinggi di lapangan hijau ini justru diterjemahkan secara negatif oleh oknum suporter melalui serangan rasisme.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo