SOLOBALAPAN.COM – Efek kehadiran John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia mulai terasa.
Tak hanya membawa Garuda menang telak 4-0 di laga debut, pelatih asal Inggris ini ternyata punya cara pendekatan yang bikin pemain sekelas Kevin Diks terkesan.
Jelang laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026) malam, Kevin Diks membongkar rahasia di balik cepatnya adaptasi skuad Garuda di bawah nakhoda baru.
Taktik Jauh Lebih Jelas dan Detail
Bintang Borussia Moenchengladbach ini secara blak-blakan membandingkan metode Herdman dengan dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Menurut Diks, instruksi taktikal dari John Herdman jauh lebih mudah dicerna oleh para pemain.
"Saya pikir kami beradaptasi dengan sangat cepat karena taktik yang dia minta untuk kami terapkan di suatu pertandingan sangat jelas. John sangat detail dan sangat kuat secara taktik," ujar Kevin Diks dikutip dari Antara.
Diks menambahkan bahwa meski tuntutan Herdman sangat tinggi, sang pelatih tahu persis kapasitas dan apa yang ia harapkan dari setiap individu pemain. Hal inilah yang membuat transisi strategi di lapangan berjalan mulus.
Rahasia Pendekatan ke 40 Pemain
Cepatnya adaptasi pemain ternyata bukan terjadi secara instan dalam hitungan hari.
Diks mengungkapkan bahwa Herdman sudah "bergerilya" melakukan pendekatan personal bahkan sebelum latihan perdana dimulai.
"Sejak dia ditunjuk, dia sudah menghubungi banyak pemain, mungkin lebih dari 40 orang. Itu menunjukkan bagaimana dia mempersiapkan kami untuk periode ke depan," imbuh bek yang sudah mengoleksi empat gol di Bundesliga Jerman tersebut.
Siap 'Dibuang' ke Posisi Mana Saja
Kejelasan taktik Herdman juga membuat Kevin Diks merasa nyaman meski harus bermain di posisi yang bukan aslinya.
Saat melawan Saint Kitts, Diks diplot sebagai gelandang kanan dan tampil sangat dinamis.
"Mau di belakang, di tengah, atau di sayap, tidak masalah. Saya pemain yang dinamis dan hanya melakukan apa yang pelatih minta untuk tim dan negara," tegasnya.
Ujian Sesungguhnya Lawan Bulgaria
Meski memuji sang pelatih, Diks dan kolega sadar bahwa Bulgaria (Peringkat 85 FIFA) adalah lawan dengan level berbeda. John Herdman pun sudah mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak "telat panas" seperti laga sebelumnya.
"Jika kami memulai lambat, kami akan dihukum. Jika Bulgaria mencetak gol lebih dulu, mereka sangat tahu cara menutup pertandingan dengan kemenangan," tutur Herdman mengingatkan.
Mampukah instruksi "mudah dipahami" ala Herdman ini membawa Indonesia mencetak sejarah mengalahkan tim Eropa malam nanti? Patut kita tunggu pembuktiannya di Senayan! (dam)
Editor : Damianus Bram