SOLOBALAPAN.COM – Euforia gol debut Mauro Zijlstra saat Timnas Indonesia melumat Saint Kitts and Nevis 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam, menyisakan kabar pilu.
Sang striker dipastikan absen membela Merah Putih di laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, Senin (30/3/2026).
Cedera yang dialami Mauro membuatnya harus menepi dan posisinya kini digantikan oleh penyerang muda berbakat lainnya, Jens Raven.
Debut Impian yang Berakhir Cedera
Mauro Zijlstra sebenarnya tampil sangat efisien pada laga sebelumnya. Masuk sebagai pengganti Ramadhan Sananta pada menit ke-71, ia hanya butuh waktu tiga menit untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan umpan manja Joey Pelupessy, Mauro dengan tenang menceploskan bola ke gawang Julani Archibald.
“Mencetak gol untuk negara adalah sebuah mimpi, terutama sebagai pemain muda. Tapi saya masih perlu mengembalikan ritme permainan saya setelah cedera,” ucap Mauro dengan nada tegar, Sabtu (28/3/2026).
Sayangnya, pemulihan pasca-cedera yang belum 100 persen justru kembali kambuh setelah aksi gemilangnya tersebut.
Tim medis pun menyarankan Mauro untuk beristirahat guna menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Jens Raven Jadi Harapan Baru Hadapi Bulgaria
Absennya Mauro menjadi berkah tersendiri bagi Jens Raven untuk memulai debut di level senior.
Pemain yang juga memiliki rekam jejak tajam di level junior ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas strategi "transisi kilat" yang diterapkan pelatih John Herdman.
John Herdman harus memutar otak lebih keras, mengingat Bulgaria (peringkat 85 FIFA) memiliki barisan pertahanan yang jauh lebih kokoh dibanding Saint Kitts and Nevis.
Jens Raven diprediksi akan bahu-membahu dengan Beckham Putra dan Ole Romeny di lini serang.
Ambisi Mauro yang Tertunda
Meski harus absen di final, Mauro Zijlstra tidak patah semangat. Ia menegaskan bahwa gol debutnya di GBK hanyalah awal dari perjalanan panjangnya bersama Timnas Indonesia.
“Ini adalah awal dari sesuatu yang hebat. Saya ingin lebih konsisten, bermain lebih banyak menit, dan mencetak lebih banyak gol di masa depan,” ujar pemain asal klub Persija Jakarta tersebut dengan tekad membara.
Kini, seluruh mata tertuju pada Jens Raven. Mampukah ia menggantikan peran vital Mauro dan membawa Indonesia mengangkat trofi juara FIFA Series 2026 malam ini? (dam)
Editor : Damianus Bram