SOLOBALAPAN.COM – Kabar kurang sedap menghampiri markas Persija Jakarta menjelang laga krusial kontra Dewa United pada Minggu, 15 Maret 2026.
Mesin gol anyar mereka, Alaeddine Ajaraie, dipastikan absen memperkuat Macan Kemayoran akibat cedera fisik yang belum pulih total.
Absennya bomber asal Maroko ini menjadi pukulan telak bagi tim ibu kota yang tengah berada dalam misi menyapu bersih sisa pertandingan demi mengamankan trofi Super League 2025/2026.
Kronologi Cedera: Bermula di Samarinda
Masalah fisik yang menimpa Ajaraie terjadi saat Persija bertandang ke markas Borneo FC pada 3 Maret lalu.
Pemain berusia 33 tahun ini terpaksa ditarik keluar lapangan lebih awal karena mengalami masalah otot di pertengahan laga.
Meski telah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan, tim medis Persija memberikan lampu merah bagi Ajaraie untuk turun di laga akhir pekan ini guna menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Statistik Singkat Namun Mematikan
Bergabung pada 16 Januari 2026 sebagai pemain pinjaman dari NorthEast United FC, Ajaraie langsung nyetel dengan permainan Persija.
Sejauh ini, ia telah tampil dalam tujuh pertandingan bersama Persija Jakarta.
Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencetak dua gol dan satu assist dengan total 418 menit bermain.
Ketajamannya sebenarnya sudah tercium sejak di Liga India, di mana ia mencatatkan statistik fantastis dengan 39 gol dan 15 assist hanya dari 41 laga.
Hal inilah yang membuat The Jakmania sangat kehilangan sosoknya di lini serang.
Profil Alaeddine Ajaraie: Striker Serba Bisa
Di balik performanya di lapangan, Alaeddine Ajaraie memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di dunia sepak bola.
Ia lahir di Rabat, Maroko, pada 5 Januari 1993 dan memiliki kewarganegaraan Maroko. Dengan tinggi badan 1,77 meter, ia dikenal sebagai penyerang yang fleksibel.
Posisi utamanya adalah striker depan tengah, namun ia juga mampu bermain sebagai sayap kanan maupun sayap kiri.
Kelebihan lainnya adalah kemampuan menggunakan kaki kanan sebagai kaki dominan. Hal tersebut membuatnya cukup berbahaya saat mendapatkan peluang di area pertahanan lawan.
Karier sepak bolanya dimulai saat bergabung dengan klub Widad Temara. Dari sana, ia mulai menapaki perjalanan profesionalnya hingga kemudian bermain di beberapa klub lain di Maroko.
Salah satu klub yang pernah ia perkuat adalah Renaissance de Berkane. Bersama klub tersebut, Alaeddine Ajaraie tampil dalam 28 pertandingan dengan torehan empat gol dan dua assist.
Ia juga pernah bermain untuk AS FAR Rabat. Di klub tersebut, ia mencatatkan 29 pertandingan dengan kontribusi tiga gol dan empat assist.
Performa yang cukup konsisten membuatnya kemudian bergabung dengan MAS Fes. Bersama klub tersebut, ia mencatatkan statistik yang cukup impresif dengan 19 gol dan lima assist dari 55 pertandingan.
Kariernya kemudian berlanjut ke India saat bergabung dengan NorthEast United FC. Di klub tersebut, Alaeddine Ajaraie tampil luar biasa dengan mencetak 39 gol dan 15 assist dari 41 pertandingan.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan Persija Jakarta tertarik mendatangkannya pada bursa transfer putaran kedua musim ini.
Ujian Ketajaman Tanpa "Sang Predator"
Tanpa Ajaraie, Persija kini dituntut mencari solusi alternatif. Nama-nama seperti penyerang lokal atau skema false nine kemungkinan besar akan dicoba tim pelatih untuk membongkar pertahanan Dewa United yang dikenal cukup solid.
Laga di akhir pekan nanti bukan hanya soal tiga poin, tapi juga pembuktian apakah Macan Kemayoran tetap bisa mengaum meski tanpa kuku tajam dari sang striker Maroko. (dam)
Editor : Damianus Bram