SOLOBALAPAN.COM, RIYADH – Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, kembali membuat geger jagat olahraga.
Di usianya yang telah menginjak 40 tahun, kapten Timnas Portugal itu dikabarkan tengah bersitegang dengan klubnya, Al-Nassr.
Tanda-tanda keretakan hubungan ini terlihat jelas saat
Ronaldo menolak tampil dalam laga kemenangan 1-0 Al-Nassr atas Al-Riyadh baru-baru ini.
Aksi mogok main ini disebut bukan karena masalah fisik, melainkan bentuk protes keras CR7 terhadap kebijakan otoritas Liga Arab Saudi.
Isu Pulang ke Old Trafford Mencuat Lagi
Ketidaknyamanan Ronaldo di Timur Tengah langsung memantik spekulasi liar di bursa transfer.
Laporan dari Transfer News Live menyebutkan bahwa minat terhadap peraih 5 Ballon d'Or ini kembali tumbuh subur di Eropa dan Amerika Serikat (MLS).
Namun, rumor yang paling mengejutkan adalah potensi kembalinya Ronaldo ke Manchester United.
Meski terdengar mustahil mengingat perpisahan yang pahit di masa lalu, skenario ini tetap hidup di ruang spekulasi.
Berikut adalah peta kemungkinan destinasi Ronaldo jika hengkang dari Al-Nassr:
-
Manchester United: Isu kepulangan ke Old Trafford kembali bergema, menyajikan dilema antara trauma masa lalu dan daya tarik sang legenda.
-
Klub Eropa Lain: Sejumlah klub besar disebut siap merombak proyek olahraga mereka demi mengakomodasi pengalaman dan mental juara CR7.
-
Major League Soccer (MLS): Liga Amerika Serikat terus memantau situasi untuk menjadikan Ronaldo ikon baru di sana.
Pemicu Masalah: Transfer Karim Benzema
Akar permasalahan dari sikap "ngambek" Ronaldo ternyata berkaitan dengan rivalitas domestik.
Sumber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa Ronaldo merasa liga tidak berlaku adil dalam menangani kepindahan mantan rekannya di Real Madrid, Karim Benzema, ke Al-Hilal.
Ronaldo menilai transfer tersebut memberikan keuntungan yang terlalu besar bagi Al-Hilal, rival langsung Al-Nassr dalam perebutan gelar juara.
Poin-poin kekecewaan Ronaldo meliputi:
-
Ketidakadilan Kompetisi: Merasa Al-Hilal dianakemanaskan oleh otoritas liga lewat transfer Benzema.
-
Ambisi Kompetitif: Ronaldo menolak hanya menjadi ikon promosi; ia menginginkan kompetisi yang setara dan menantang.
-
Protes Simbolis: Menepi di laga resmi sebagai pesan bahwa ia tidak bisa dikontrol oleh struktur liga semata.
Belum Habis di Usia Senja
Situasi ini menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo belum "selesai".
Ego dan ambisinya untuk tetap berada di level tertinggi dan memegang kendali atas kariernya masih menyala-nyala.
Ketika seorang pemain berusia 40 tahun masih mampu membuat klub-klub di tiga benua (Eropa, Amerika, Asia) menahan napas menunggu keputusannya, itu adalah bukti bahwa daya tarik Cristiano Ronaldo masih sangat kuat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo