SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki kepindahan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, ke raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam, kini semakin benderang.
Media ternama Belanda, Voetbal Primeur, mengungkapkan bahwa ketertarikan Ajax bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam.
Ajax telah melakukan "intelijen" mendalam terhadap Paes sejak ia merumput di Major League Soccer (MLS).
Langkah ini diambil Ajax untuk mengisi kekosongan posisi penjaga gawang di masa depan, mengingat skuat mereka saat ini sedang berada dalam masa transisi di sektor pertahanan.
Pantauan Intensif: Tak Sekadar Statistik di Lapangan
Ajax Amsterdam dikenal sebagai klub yang sangat mendetail dalam urusan rekrutmen.
Menurut laporan media Belanda, tim pemandu bakat Ajax tidak hanya terpukau oleh performa Paes di bawah mistar, tetapi juga kepribadiannya sebagai pemimpin.
"Maarten Paes dipantau secara intensif di FC Dallas, tidak hanya saat pertandingan, tetapi perilaku di luar lapangan dan dampaknya dalam skuad. Dia adalah sosok ideal untuk mengisi jajaran penjaga gawang Ajax," tulis laporan Voetbal Primeur.
Misi Regenerasi: Menggantikan Remko Pasveer
Kebutuhan mendesak di sektor kiper menjadi alasan teknis utama. Saat ini, Ajax mengandalkan Vitezslav Jaros, kiper pinjaman dari Liverpool dan kiper veteran Remko Pasveer yang telah menginjak usia 42 tahun.
Dengan kontrak Pasveer yang mendekati masa akhir, Paes (27) diproyeksikan sebagai pilar jangka panjang untuk mengawal gawang di Johan Cruijff Arena.
Detail Kontrak dan Tes Medis
Jika tidak ada aral melintang, Maarten Paes dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis pada hari ini, Rabu (28/1/2026).
Kiper jebolan FC Utrecht ini akan diikat kontrak berdurasi 3,5 tahun yang berlaku hingga pertengahan 2029.
Kesepakatan ini menjadi "naik kelas" yang luar biasa bagi karier Paes, mengingat Ajax adalah salah satu klub pengoleksi gelar Liga Champions dan menjadi panggung terbesar di kompetisi sepak bola Belanda.
Rekam Jejak di MLS
Bergabung dengan FC Dallas pada 2022, Paes dengan cepat menunjukkan kualitasnya hingga dipercaya menjabat sebagai kapten tim.
Meskipun musim lalu sempat terganggu cedera hamstring, kapasitasnya sebagai kiper modern dengan kemampuan distribusi bola yang baik tetap membuat Ajax yakin untuk menebusnya secara permanen. (dam)
Editor : Damianus Bram