SOLOBALAPAN.COM – Rumor pergerakan manajer elit Eropa kembali memanas. Nama arsitek jenius, Xabi Alonso, kini santer dikaitkan dengan raksasa London Utara, Tottenham Hotspur.
Di tengah ketidakstabilan kursi kepelatihan Thomas Frank, Alonso muncul sebagai kandidat impian.
Namun, ambisi Spurs untuk memboyong pelatih asal Spanyol itu terganjal satu komitmen besar, dimana Alonso dikabarkan enggan menyentuh papan strategi hingga musim panas mendatang.
Spurs Mulai Realistis, Alonso Pilih Rehat
Melansir laporan Mundo Deportivo, Tottenham mulai mengesampingkan nama Xabi Alonso dari daftar buruan utama mereka di bursa Januari ini.
Alasannya sederhana, Alonso bersikeras ingin beristirahat total hingga Juni 2026 sebelum memutuskan pelabuhan barunya.
Dewan klub Spurs yang awalnya sangat tertarik, kini mulai mengevaluasi opsi lain demi mencari solusi jangka panjang.
Untuk sementara, manajemen menunjuk John Heitinga guna membantu Thomas Frank yang posisinya terus digoyang isu pemecatan.
Menolak Frankfurt demi Ambisi Liga Inggris
Kabar dari Jerman menyebutkan bahwa Alonso baru saja menolak pendekatan dari Eintracht Frankfurt yang baru memecat Dino Toppmöller.
Ketertarikan Alonso terhadap Bundesliga dikabarkan sudah meredup karena fokus utamanya saat ini adalah menaklukkan Premier League.
Kondisi ini semakin menarik mengingat raksasa Inggris lainnya seperti Chelsea dan Manchester United juga sedang dalam masa transisi.
Namun, laporan internal menyebut Alonso tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan di tengah musim.
Liverpool: Impian Terbesar yang Belum Padam
Meski Tottenham dan Chelsea dikaitkan dengannya, banyak pihak meyakini bahwa target utama Alonso tetaplah Liverpool.
Sosok yang pernah menjadi pujaan di Anfield ini disebut-sebut terus memantau situasi Arne Slot di Merseyside.
Saat ini, Alonso diketahui sedang menikmati waktu bersama keluarganya di San Sebastian.
Ia baru akan membuka diri untuk negosiasi kontrak pada Juni mendatang, dengan Premier League sebagai destinasi prioritas.
Apakah Anfield akan menjadi pelabuhan terakhirnya, atau justru London akan menjadi kejutan baru? (dam)
Editor : Damianus Bram