SOLOBALAPAN.COM - Janji perombakan yang diusung investor anyar PSIS Semarang langsung terbukti.
"Korban" pertama dari perubahan manajemen adalah pelatih kepala, Ega Raka Ghalih, yang resmi diberhentikan dari jabatannya.
Padahal, Ega Raka baru diangkat sebagai pelatih kepala Mahesa Jenar pada 2 November lalu.
Keputusan pemecatan ini diambil sebagai langkah cepat pemilik baru untuk memperbaiki performa tim yang terpuruk di dasar klasemen.
Ega Raka Dipecat Usai Hanya Bertahan Tiga Pekan
CEO PSIS Semarang yang baru, Datu Nova Fatmawati (istri Fariz Julinar Maurisal), menyatakan bahwa keputusan penggantian pelatih kepala sudah melalui evaluasi menyeluruh.
Ega Raka Ghalih yang sempat menggantikan Kahudi Wahyu hanya bertahan sekitar tiga pekan sebagai pelatih kepala.
“Setelah kami evaluasi secara menyeluruh, kami putuskan untuk mengganti pelatih kepala,” kata Datu Nova Fatmawati dalam keterangan resminya.
Pergantian ini tergolong logis. Dalam delapan laga yang dipimpin Ega Raka (termasuk sebagai pelatih sementara), PSIS belum pernah meraih kemenangan.
Mahesa Jenar menelan enam kekalahan dan hanya meraih dua hasil imbang, membuat mereka betah di posisi juru kunci dengan torehan dua poin.
Manajemen Bergerak Cepat Cari Pelatih Baru
Datu Nova Fatmawati memastikan manajemen akan bergerak cepat untuk mencari pelatih baru, mengingat Laskar Mahesa Jenar sudah harus melakoni laga tandang melawan Persiba Balikpapan pada Minggu (23/11/2025) mendatang.
Meskipun belum bisa memberi bocoran nama, Nova memiliki ambisi besar.
“Yang jelas, kami juga akan segera menunjuk pelatih kepala anyar dalam waktu dekat. Sekarang, kami punya harapan baru,” terang istri CEO Persela Lamongan tersebut.
Kedatangan pelatih baru diharapkan bisa menjadi juru selamat bagi PSIS, mengembalikan Mahesa Jenar ke jalur kemenangan, dan mewujudkan janji Datu Nova untuk menyelamatkan tim dari degradasi. (dam)
Editor : Damianus Bram