SOLOBALAPAN.COM - Setelah melewati drama panjang pergantian kepemilikan, PSIS Semarang kini memiliki nakhoda baru.
Pada Senin (17/11/2025) malam, Mahesa Jenar resmi diakuisisi oleh pemilik baru yang mengambil alih 74,25 persen saham PT Mahesa Jenar Semarang (MJS).
Pemilik baru tersebut adalah Datu Nova Fatmawati, perempuan asli Semarang yang juga merupakan istri dari CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal. Misi utamanya adalah menyelamatkan PSIS dari degradasi.
Istri Bos Persela Ambil Alih Saham Mayoritas PSIS
Akuisisi saham mayoritas ini terjadi setelah Datu Nova Fatmawati bertemu dengan perwakilan keluarga pemilik saham mayoritas sebelumnya, Joni Kurnianto.
Setelah resmi memiliki kendali atas klub, Datu Nova langsung menemui suporter PSIS.
Di hadapan para pendukung, ia menjelaskan bahwa keputusan mengambil alih PSIS didorong oleh kegelisahannya akan prestasi tim yang berkostum biru tersebut musim ini.
"Saya ingin menyelamatkan PSIS agar bisa kembali ke jalur yang seharusnya," ungkapnya, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (19/11/2025).
Datu Nova berencana akan melakukan langkah cepat, mengingat PSIS terancam terdegradasi ke Liga Nusantara (kasta di bawah Championship).
"Misi terdekat saya adalah membenahi tim, mulai dari pemain, pelatih, sampai manajemen," lanjutnya.
Misi Penyelamatan Didasari Kecintaan Sejak Kecil
Datu Nova menambahkan, menyelamatkan PSIS adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai orang Semarang. Ia memiliki kenangan besar dengan PSIS sejak kecil melalui ayahnya.
"Setiap liburan ke rumah kakek, ayah selalu menyempatkan diri menonton sepak bola. Saya dulu bertanya-tanya, klub apa yang beliau dukung? Ternyata PSIS Semarang. Setelah ayah meninggal, saya merasa ingin meneruskan kecintaannya terhadap PSIS," terangnya.
PT MJS Yakin Datu Nova Mampu Bangkitkan Tim
Juru bicara PT MJS, Joni Kurnianto, menyambut baik dan bersyukur proses perpindahan kepemilikan berjalan lancar. Ia yakin Datu Nova memiliki visi dan misi untuk PSIS lebih baik lagi.
"Kami yakin Mbak Datu paham sepak bola dan bisa membawa PSIS bangkit," harapnya.
Joni juga meminta maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi sebelumnya dalam proses pengambilalihan saham mayoritas PT MJS, yang disebabkan oleh komunikasi yang kurang baik dan tidak tercapainya kesepakatan.
"Dalam pengelolaan klub sepak bola, koneksi yang baik itu penting," ucapnya, menyinggung latar belakang Datu Nova yang dekat dengan dunia sepak bola.
Diharapkan, dengan kepemimpinan baru ini, PSIS Semarang dapat segera bangkit dan mencapai target untuk bertahan di Championship. (dam)