SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan 0-1 dari Irak yang mengubur mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 sontak membuat posisi pelatih Patrick Kluivert berada di ujung tanduk.
Di tengah derasnya desakan agar sang pelatih mundur, satu nama kini ramai diusulkan oleh warganet untuk menjadi suksesornya: Jesus Casas.
Pelatih asal Spanyol ini dinilai sebagai sosok yang ideal setelah berhasil mengangkat performa Timnas Irak secara signifikan.
Lantas, siapa sebenarnya Jesus Casas dan bagaimana rekam jejaknya?
Profil dan Jejak Karier Jesus Casas
-
Nama Lengkap: Jesus Casas Garcia
-
Lahir: Spanyol, 23 Oktober 1973 (Usia 51 tahun)
-
Karier Kepelatihan:
-
Asisten Pelatih: Puncak kariernya sebagai asisten adalah saat ia menjadi tangan kanan Luis Enrique di Timnas Spanyol hingga Piala Dunia 2022.
Ia juga pernah menjadi asisten Javi Gracia di klub Liga Inggris, Watford.
-
Pelatih Kepala: Ia dipercaya menukangi Timnas Irak dari tahun 2022 hingga 2025.
-
Tangan Dingin di Timnas Irak
Meskipun pengalamannya sebagai pelatih kepala tim nasional terbilang baru, Jesus Casas langsung memberikan dampak instan bagi Irak.
Prestasinya antara lain:
-
Juara Piala Teluk 2023: Mempersembahkan gelar pertama bagi Irak di ajang ini sejak tahun 1988.
-
16 Besar Piala Asia 2023: Membawa Irak tampil impresif sebelum akhirnya kalah dramatis dari Yordania.
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Nyaris membawa Irak lolos ke putaran keempat, namun tersingkir di laga krusial.
Ironi: Baru Saja Dipecat oleh Irak
Di balik rekam jejaknya yang mentereng, ada sebuah ironi besar.
Jesus Casas ternyata baru saja dipecat oleh Federasi Sepak Bola Irak (IFA) dan digantikan oleh Graham Arnold.
Penyebabnya adalah kegagalan Irak melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, setelah kalah dari Palestina di laga penentuan.
Fakta bahwa ia baru saja dipecat oleh tim yang menyingkirkan Indonesia justru menjadi perdebatan menarik di kalangan pengamat.
Antara Harapan dan Realita
Munculnya nama Jesus Casas sebagai kandidat pengganti Patrick Kluivert lebih merupakan cerminan dari kekecewaan dan harapan publik yang mendambakan perubahan.
Dengan pengalamannya sebagai asisten Luis Enrique di Timnas Spanyol dan rekam jejaknya yang terbukti mampu mengangkat tim sekelas Irak, ia dinilai memiliki kualitas yang dibutuhkan.
Namun, kegagalannya di momen krusial bersama Irak juga menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan.
Kini, bola sepenuhnya berada di tangan PSSI untuk menentukan nasib Patrick Kluivert dan arah Timnas Indonesia ke depan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo