SOLOBALAPAN.COM – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mencurahkan isi hatinya pasca kegagalan skuad Garuda melaju ke Piala Dunia 2026.
Melalui surat terbuka di Instagram pribadinya, bek Sassuolo ini menunjukkan kekecewaan mendalam atas kekalahan 0-1 dari Irak (12/10/2025), tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang persatuan dan visi jangka panjang.
“Saya tidak tahu harus mulai dari mana… Impian kami untuk bermain di panggung terbesar di dunia telah berakhir,” tulis Jay Idzes dalam unggahannya, Senin (13/10/2025).
Ia mengaku sulit menggambarkan perasaannya ketika sesuatu yang telah dikerjakan begitu lama akhirnya gagal.
Namun, pemain berusia 25 tahun ini memilih menjadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk berkembang.
“Tapi mungkin ini belum waktunya bagi kami, mungkin yang di atas sana (Tuhan) memiliki jalan yang berbeda bagi kami, mungkin kami membutuhkan pengalaman ini untuk belajar dan berkembang. Meskipun kami kalah, seluruh perjalanan ini sejauh ini tidak terasa seperti sebuah kekalahan,” tutur Jay Idzes.
Ajakan Bersatu: “Bukan Kita Jika Saling Menyerang”
Jay Idzes, yang resmi menjadi WNI pada Desember 2023, mengaku merasakan ikatan mendalam di dalam Timnas, baik antara pemain maupun dengan para pendukung. Ia pun meminta semua pihak untuk tetap kuat, bangkit, dan tidak mencari kambing hitam.
“Saya meminta kalian semua untuk menghormati dan mendukung semua pemain dan staf. Siapakah kita jika kita mulai saling menyerang di saat-saat yang berlawanan? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu bersatu, apa pun yang terjadi,” tegas bek berdarah Jakarta dan Semarang ini.
Visi Jangka Panjang: Mengangkat Nama Indonesia
Pemain jebolan FC Eindhoven ini menjanjikan Timnas Indonesia akan segera kembali dengan lebih kuat. Ia menekankan bahwa proyek Timnas ini lebih besar dari sekadar hasil instan.
“Tujuan kami adalah mencapai hal-hal hebat bersama, tetapi yang lebih penting, tujuan kami adalah untuk mengangkat nama sepak bola Indonesia di peta dunia,” jelas Jay Idzes.
Ia berharap, perjuangan yang ada saat ini akan membantu generasi mendatang berkembang dan mengambil alih ketika saatnya tiba.
“Ini bukan hanya tentang tim ini mencapai tujuan, ini tentang menciptakan sesuatu yang akan bertahan selamanya… Ini bukan akhir bagi kita, ini baru permulaan. Kita Garuda,” tutup Jay Idzes, mengakhiri surat terbukanya dengan ucapan terima kasih tulus kepada seluruh pihak yang telah mendukung. (dam)
Editor : Damianus Bram