SOLOBALAPAN.COM – Polemik tunggakan gaji kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia.
Kali ini sorotan datang dari mantan bek PSIS Semarang asal Spanyol, Roger Bornet atau Ruxi, yang kini membela Madura United di BRI Liga 1 2024/2025.
Lewat akun X (Twitter) pribadinya, @ruxiiii4, Ruxi meluapkan kekecewaannya.
Ia mengaku masih menunggu pembayaran gaji dari PSIS yang sudah tertunggak hingga sembilan bulan.
“Baru dua bulan musim berjalan, tapi sudah ada pelatih dan pemain di Liga Super Indonesia yang mengeluhkan gaji tak kunjung dibayar. Dalam kasus saya bersama mantan klub, sudah sembilan bulan belum ada kabar. PSIS masih menunggak sekitar lima bulan gaji saya,” tulis Ruxi.
Bek berusia 29 tahun itu menambahkan, kasusnya sudah dibawa ke FIFA. Namun, hingga kini belum ada titik terang.
Ia bahkan menyebut banyak pemain lain mengalami masalah serupa meski klub mereka sudah mengklaim kewajiban pembayaran selesai.
Kritik ke APPI dan Sistem Liga
Dalam unggahannya, Ruxi juga menyoroti peran Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Menurutnya, upaya APPI masih belum cukup kuat untuk menekan klub-klub nakal.
“Asosiasi pemain mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan selain membawa kasus ke ranah hukum. Saya menghargai upaya mereka, tapi rasanya belum ada dorongan yang maksimal seperti yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ruxi menekankan bahwa keterlambatan gaji tak hanya merugikan pemain, tetapi juga pelatih dan staf.
Hal ini berdampak pada kondisi finansial, mental, serta keberlangsungan kompetisi domestik.
“Tanpa liga yang kuat, sulit bagi sepak bola Indonesia untuk benar-benar berkembang,” tegasnya.
Ketua Panser Biru Ikut Geram
Keluhan Ruxi mendapat respon dari Ketua Umum Panser Biru, Kepareng alias Wareng. Lewat Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, ia menyindir keras manajemen PSIS.
“Bingung harus bagaimana lagi. Kalau di Jepang, mungkin sudah mundur atau harakiri. Tapi di Semarang, justru yang disalahkan karena Wareng tidak lagi jualan tiket, karena suporter boikot,” tulisnya.
Komentar itu merujuk pada aksi boikot suporter PSIS yang masih berlangsung sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub.
Masalah Klasik Liga 1
Isu penunggakan gaji memang bukan hal baru di sepak bola Indonesia. Namun, semakin banyaknya pemain asing dan lokal yang berani bersuara membuat perhatian publik semakin besar.
Unggahan Ruxi menjadi pengingat bahwa keberlangsungan liga tidak hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Jika masalah klasik ini terus berlarut, bukan hanya citra liga yang terancam, tapi juga masa depan pemain yang menggantungkan hidup dari sepak bola profesional.
Kini, publik menanti langkah tegas dari federasi, operator liga, hingga manajemen klub dalam menyelesaikan persoalan yang terus berulang setiap musim. (dam)
Editor : Damianus Bram